Kasus Corona DKI Meluas: 1.552 Positif, 75 Sembuh, 155 Meninggal

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona. Sumber: koSSev

    Ilustrasi virus corona. Sumber: koSSev

    TEMPO.CO, Jakarta -Kasus infeksi virus Corona alias COVID-19 terus meluas di DKI Jakarta. Situs resmi corona.jakarta.go.id mencatat hingga 9 april 2020 pukul 08.00 WIB ditemukan sebanyak 1.552 kasus positif COVID-19 di Ibu Kota.

    Dari jumlah itu, sebanyak 976 orang pasien Corona masih dirawat, sementara 75 orang sembuh, 144 meninggal, dan 357 orang mengisolasi dirinya secara mandiri. 

    Masih berdasarkan situs yang sama, tercatat 2.598 orang dalam pemantauan (ODP) di Jakarta, di mana 544 orang masih dalam proses pemantauan dan 2.054 sisanya telah selesai dipantau.

    Selain itu, terdapat pula 2.254 orang berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) dengan rincian 1.035 orang masih dirawat dan 1.219 telah pulang dan sehat.

    Secara akumulasi jumlah ODP dan PDP Corona, Jakarta Selatan menempati posisi pertama dengan jumlah 649. Disusul oleh Jakarta Timur 538 orang, Jakarta Utara 478 orang, Jakarta Barat 412 orang, dan Jakarta Pusat 335 orang. Sisanya adalah luar DKI Jakarta 534 orang dan tidak diketahui sebanyak 1.906 orang.

    Dalam skala nasional, Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan terjadi penambahan kasus baru pasien positif Corona pada 8 April 2020. "Sehingga total 2.956 kasus, 222 pasien sembuh, kematian menjadi 240 orang," kata Yurianto.

    Yurianto mengatakan untuk itu menjadi penting bagi masyarakat agar tetap mematuhi anjuran di rumah saja untuk isolasi diri. Selain itu, ia juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas dan interaksi di luar rumah. Masyarakat diwajibkan menggunakan masker saat keluar rumah.

    Ia pun mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun setiap hendak makan atau minum. "Jadi tidak perlu menggunakan hand sanitizer, cukup menggunakan sabun dengan air mengaliar," kata Yurianto.

    ADAM PRIREZA | M ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.