DKI Susun Masa Transisi Pembukaan Sekolah Jika PSBB Berakhir

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sekolah diliburkan dan pemberlakuan belajar jarak jauh untuk menekan virus corona. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Ilustrasi sekolah diliburkan dan pemberlakuan belajar jarak jauh untuk menekan virus corona. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pendidikan DKI telah menyusun masa transisi jika nanti pembatasan sosial berskala besar atau PSBB berakhir dan sekolah kembali di buka selama dalam dua bulan atau delapan minggu.

    Adapun skemanya adalah pada pekan pertama dan ke dua, sekolah hanya masuk satu hari, selebihnya belajar dari rumah dengan mempertimbangkan selama dua minggu atau 14 hari pertama itu kondisi siklus Covid 19 dapat terlihat.

    Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana menyebutkan dua minggu selanjutnya belajar di sekolah dan dua minggu belajar di rumah.
    Namun jika ada temuan kasus di sekolah maka sekolah akan kembali ditutup. "Jika kondisi ini sudah aman semua maka sekolah bisa kembali normal, nanti sesuai dengan bagaimana kebijakan pemerintah pusat dan daerah," ujarnya dalam rapat dengan Gubernur DKI Anies Baswedan seperti disiarkan dalam akun Youtube Pemprov DKI, Jumat 15 Mei 2020.

    Menanggapi rencana itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta ada peta sebaran sekolah di daerah yang rawan penyebaran atau sudah banyak kasus positif Corona.

    Sebelumnya, Dinas Pendidikan menyiapkan tiga alternatif rencana pembukaan kembali sekolah jika penerapan PSBB pandemi Covid 19 telah berakhir. Nahdiana mengatakan, alternatif rencana tersebut disiapkan melihat perkembangan kondisi penyebaran virus Covid-19 di Ibu Kota.

    Alternatif pertama, pihaknya akan membuka sebagian sekolah. Sekolah yang dibuka tersebut, semua siswanya belajar di sekolah. Sedangkan yang belum dibuka siswa tetap belajar dari rumah. Kedua, sebagian sekolah dibuka dengan ketentuan hanya sebagian siswa yang belajar di sekolah. Ketiga, semua sekolah sebagian siswa belajar di sekolah.

    Ketiga alternatif itu, masih dipertimbangkan mana yang akan dipilih berdasarkan kesiapan dan keamanan di tempat tinggal beserta lingkungan guru dan siswa apakah masih masuk dalam zona merah penularan atau tidak. "Serta kesiapan, keamanan sekolah dan lingkungan sekolah apakah sudah bebas dari penularan Covid 19 atau belum," kata Nahdiana. Selain itu, kesiapan keluarga siswa, guru, dan kondisi perjalanan mereka sampai ke sekolah juga menjadi perhatian.

    Menurut Anies, tiga alternatif itu bisa dilakukan. Namun, harus melihat kondisi persebaran Corona di lingkungan sekolah.

    Adapun penerimaan murid baru di Jakarta rencananya dibuka pada 15 Juni 2020. Sementara hari pertama sekolah direncanakan dimulai 13 Juli 2020. "Jadi, data sekolah dimasukkan di dalam sistem aplikasi kita untuk kemudian sekolah bisa ketahui seberapa tinggi risiko di wilayahnya," ucap Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.