DPRD Prediksi Jutaan Warga DKI Jakarta Berpotensi Jatuh Miskin

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengamati permukiman bantaran sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Rabu 15 April 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap proyeksi pemerintah terhadap angka kemiskinan naik dari 9,15 persen menjadi 9,59 persen pada tahun ini akibat pandemi virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Warga mengamati permukiman bantaran sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Rabu 15 April 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap proyeksi pemerintah terhadap angka kemiskinan naik dari 9,15 persen menjadi 9,59 persen pada tahun ini akibat pandemi virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - DPRD DKI Jakarta memprediksikan ada jutaan warga DKI Jakarta berpotensi miskin akibat dampak pandemi Corona. Potensi itu juga seiringan dengan pertumbuhan ekonomi yang diproyeksi melambat tahun ini.

    Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPRD DKI, Yudha Permana, saat membacakan hasil pembahasan dewan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI 2019 pada Selasa, 19 Mei 2020.

    "Pada tahun 2020, akibat pandemi COVID-19 yang terjadi, dipastikan bahwa sektor ekonomi akan mengalami perlambatan dan jutaan warga yang berpotensi kembali jatuh miskin," kata Yudha.

    Oleh sebab itu, dewan meminta pemerintah DKI agar menjaga keberlangsungan sektor industri ekonomi yang tak terdampak Corona. Selain itu, Yudha berujar, pemerintah DKI juga diharapkan fokus memperbaiki ekonomi dengan melakukan tiga cara.

    "Melalui stabilitas harga pasar, bantuan sosial kepada warga terdampak, serta pelatihan pendidikan non formal UMKM," ucap politikus Partai Gerindra itu.

    Pasien Corona di Indonesia terbanyak berasal dari Jakarta. Kurva pasien yang terinfeksi virus corona di ibu kota masih bergerak fluktuatif. Per 19 Mei 2020 tercatat ada 6.053 pasien positif, 1.417 sembuh, dan 487 meninggal.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.