Bos Baru Transjakarta Siapkan 5 Strategi Ini Hadapi New Normal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhony Tjitrokusumo. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhony Tjitrokusumo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo, mengatakan telah mempunyai lima arah kebijakan untuk mengembangkan perusahaan daerah itu demi menghadapi konsep new normal di tengah pandemi virus corona.

    "Paling tidak ada ada lima yang ingin kami capai melalui strategic inisiatif," kata Sardjono melalui pesan singkat, Jumat, 29 Mei 2020.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjuk Sardjono Jhony Tjitrokusumo sebagai Direktur Utama PT Transportasi Jakarta. Penunjukkan itu dilakukan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) sirkuler yang ditandatangani Kamis, 28 Mei 2020.

    Strategi pertama, kata mantan Dirut Merpati Airlines ini, adalah peningkatan pelayanan armada Transjakarta di tengah pagebluk ini. Kedua adalah digital monetization atau menerapkan metode-metode untuk menghasilkan dana dari konten yang dikelola dari sumber-sumber pendapatan perusahaan baru. Ketiga adalah BMI/BDMI cost effective.

    Lalu keempat go green policy atau kebijakan yang peduli atau ramah lingkungan dan terakhir adalah sinergi dengan badan usaha milik daerah di DKI. "Kasih saya waktu untuk secara detail cerita soal arah kebijakan," ujarnya.

    Mantan Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan Sardjono Jhony Tjitrokusumo, mempunyai tiga pekerjaan rumah untuk membenahi Transjakarta menghadapi keadaan new normal atau kenormalan baru di tengah wabah virus corona.

    Ketiga pekerjaan rumah Sardjono, menurut Agung, adalah mengelola banyaknya sumber daya manusia transportasi menghadapi kenormalan baru, memastikan suntikan dana pemerintah atau public service obligation (PSO) tetap lancar dan menghasilkan pendapatan Non Farebox Business atau non tiket.

    "Dari segi manajerial tantangan new normal yang paling penting ketiga hal tersebut," kata Agung.

    Agung mengatakan dana PSO Transjakarta tahun ini rencananya akan dipotong sebesar 50 persen untuk dialihkan ke penanganan wabah Covid-19. Menurut dia, pemotongan kewajiban pelayanan publik pemerintah itu akan mengganggu kinerja Transjakarta.

    Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB itu mengatakan pendanaan mesti dipastikan tersedia karena Sardjono Jhony bakal menghadapi pembatasan penumpang untuk menghindari penularan Covid-19. Sehingga, kata dia, waktu tunggu armada Transjakarta harus semakin ditingkatkan.

    Menurut dia, Sardjono harus memastikan pendanaan dari pemerintah terpenuhi agar layanan Transjakarta bisa maksimal saat menghadapi konsep kenormalan baru. "Sebab ada faslitas kesehatan yang ditambah dan harus meningkatkan headway armada untuk menghindari penumpukan penumpang."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.