Epidemiolog Ingatkan Potensi Klaster Covid-19 di Sekolah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa mengenakan masker saat mengikuti kelas di sebuah sekolah di Vientiane, Laos, pada 19 Mei 2020.  Kementerian Kesehatan Laos mengumumkan dua kasus terkonfirmasi COVID-19 pertamanya pada 24 Maret lalu. (Xinhua/Kaikeo Saiyasane)

    Para siswa mengenakan masker saat mengikuti kelas di sebuah sekolah di Vientiane, Laos, pada 19 Mei 2020. Kementerian Kesehatan Laos mengumumkan dua kasus terkonfirmasi COVID-19 pertamanya pada 24 Maret lalu. (Xinhua/Kaikeo Saiyasane)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, mengatakan pemerintah harus lebih bijak dalam menerapkan konsep new normal atau kenormalan baru di dunia pendidikan, khususnya sekolah. "Normalitas baru di satuan pendidikan harus dijaga dengan baik agar tidak menjadi sumber klaster baru penularan Covid-19 di masyarakat," kata Syarif melalui pesan singkat, Senin, 1 Juni 2020.

    Menurut dia, kompleksitas penerapan new normal di fasilitas pendidikan seperti sekolah dan pesantren bakal lebih sulit ketimbang di transportasi umum atau pusat perbelanjaan. Sebab, pembukaan tempat belajar akan meningkatkan jumlah kontak orang per satuan waktu, salah satu dari tiga faktor penting dalam upaya menurunkan angka reproduksi aktual virus.

    Sehingga dua faktor lainnya, yakni kemungkinan tertular jika ada yang sakit dan lama waktu potensi penularan, harus dapat dikurangi dengan protokol kesehatan dan deteksi dini terhadap mereka yang sakit.

    "Sudah jelas anak-anak tidak mempunyai kerentanan yang lebih rendah dibanding orang dewasa, walau gejala klinis yang muncul lebih ringan jika mereka terinfeksi," ucapnya.

    Pemerintah, menurut dia, perlu menyusun kesiapsiagaan yang baik untuk menghadapi normal baru di dunia pendidikan. Mulai dari orang tua murid, pihak sekolah, fasilitas sarana prasarana hingga sistem pemantauan dan respons yang tepat sebelum membuka sekolah dan pesantren di tengah wabah ini.

    Selain itu, lanjut Syahrizal, perlu ada jaminan kesiapsiagaan satuan pendidikan untuk melaksanakan protokol kesehatan mulai dari cek suhu tubuh, pencegahan infeksi, dan jaga jarak dalam ruang belajar. "Termasuk meniadakan ekstra kurikuler yang menyebabkan perkumpulan dan bersentuhan seperti kegiatan seni, olahraga, dan budaya di sekolah," ujarnya

    Yang tidak kalah penting, tutur dia, adalah menjaga tidak terjadinya stigma terhadap murid, guru, staf admin yang kemungkinan tertular Covid-19. "Di samping itu dukungan psikososial bagi yang membutuhkan akibat ketakutan situasional," kata Syahrizal. 

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.