Hadapi New Normal, Stok APD di Fasilitas Kesehatan Masih Terbatas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alat perlindungan diri (APD). REUTERS

    Ilustrasi alat perlindungan diri (APD). REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Syarif, mengatakan pemerintah mesti memastikan kesiapan saat memasuki masa transisi menuju new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19.

    Syarif menuturkan pemerintah berencana mengakhiri pembatasan fase tiga yang dimulai pada 22 Mei lalu dan berakhir pada 4 Juni besok. Pemerintah Provinsi DKI, kata dia, akan menyiapkan PSBB transisi selama satu bulan sebelum menghadapi new normal.

    "Selama PSBB transisi ini bakal ada pelonggaran," kata Syarif saat dihubungi, Rabu, 3 Juni 2020.

    Menurut Syarif, pemerintah harus menyiapkan semua fasilitas saat melakukan relaksasi kebijakan di tengah kasus penyebaran virus yang masih berfluktuasi. Sebab, dari hasil monitoring Syarif ke beberapa fasilitas kesehatan terlihat adanya keterbatasan alat pelindung diri atau APD.

    "Bagaimana jika saat di masa transisi ini ada peningkatan jumlah kasus. Sedangkan saya melihat APD di fasilitas kesehatan seperti puskesmas terbatas," ujarnya.

    Sekretaris Komisi Pembangunan DPRD DKI itu mengatakan telah menjadwalkan kunjungan ke beberapa puskesmas pada 6 Juni mendatang. Dalam kunjungan tersebut, Syarif mengatakan juga bakal melakukan sosialisasi mengenai kebijakan PSBB transisi yang diterapkan pemerintah.

    "Memang kita harus memasuki masa new normal. Dan yang harus dipastikan saat masa itu adalah infrastruktur kita sudah siap belum," ujarnya. "Ini yang menjadi perhatian bersama."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.