Anies Baswedan Ingatkan Warga Wajib Bermasker atau Kena Sanksi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria menjadi jemaah Salat Jumat di Masjid Balai Kota, Jumat, 5 Juni 2020. Masjid Fatahillah Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, menggelar Salat Jumat berjemaah menggunakan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona. Foto: Humas Pemprov DKI

    Gubernur DKI Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria menjadi jemaah Salat Jumat di Masjid Balai Kota, Jumat, 5 Juni 2020. Masjid Fatahillah Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, menggelar Salat Jumat berjemaah menggunakan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona. Foto: Humas Pemprov DKI

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada warga agar selalu menggunakan masker kapan pun dan di mana pun berada. Ia menyatakan warga harus selalu taat mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan Covid-19.

    Ia menyatakan bahwa pandemi corona di Ibu Kota belum berakhir meski telah terjadi penurunan kasus. Pemerintah telah merelaksasi sejumlah kegiatan ekonomi hingga sosial sejak masa PSBB transisi yang dimulai sejak Jumat pekan lalu.

    "Ini adalah masa transisi dimana beberapa sektor sudah mulai bisa beraktivitas. Salah satunya adalah kegiatan perkantoran," ujar Anies melalui rekaman suara yang diterima Tempo, Senin, 8 Juni 2020. 

    Gubernur DKI mengatakan bakal mengerahkan petugas untuk terus mengawasi warga agar mematuhi protokol kesehatan selama masa PSBB transisi. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengancam bakal menjatuhi sanksi denda Rp 250.000 bagi warga yang keluar rumah tanpa menggunakan masker. "Ini bukan soal dendanya, ini soal pencegahan penularannya," tutur Anies.

    Pada hari pertama pembukaan kantor di masa PSBB transisi, Anies Baswedan mendatangi moda transportasi di titik integrasi antarmoda di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta Pusat. Ia pun mengingatkan warga bahwa Jakarta masih memberlakukan PSBB. 

    "Pagi hari ini kami memantau di berbagai kawasan di Jakarta, karena kita tahu ini adalah masih masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar masa transisi)," kata Anies. "Kami tadi lihat para penumpang yang keluar dari kendaraan umum 100 persen menggunakan masker."

    Menurut dia, sejauh ini jumlah penumpang kendaraan umum masih amat rendah. Masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi. Namun masih terlihat penumpukan penumpang angkutan umum di beberapa halte Transjakarta, seperti Halte Cikoko, Stasiun Cawang.

    Pemerintah bakal mengevaluasi sejumlah titik yang menjadi penumpukan penumpang. Terutama di tempat transit bus. "Kalau di halte yang mengantre ke luar, itu bisa dikelola di luar. Tapi perpindahan antar bis, biasanya tempatnya lebih padat. Tapi tim dari Transjakarta sudah menyiapkan juga untuk mekanismenya," Anies Baswedan. 

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.