Repotnya Potong Rambut Saat Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang kapster sedang mencukur rambut pelanggan di Mancave Barbershop di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Juni 2020. Dia menggunakan alat pelindung diri berupa masker dan kacamata goggle saat bekerja untuk mencegah penularan virus COVID-19. ANTARA

    Seorang kapster sedang mencukur rambut pelanggan di Mancave Barbershop di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Juni 2020. Dia menggunakan alat pelindung diri berupa masker dan kacamata goggle saat bekerja untuk mencegah penularan virus COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Bisnis potong rambut atau barbershop di DKI Jakarta mulai dibuka kembali pada masa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB transisi menuju New Normal. Banyak orang yang kuatir untuk pangkas rambut pada masa pandemi Covid-19 karena sulit untuk jaga jarak (physical distancing).  

    "Kita sempat tutup pada Maret-April, kemudian buka kembali awal Mei karena banyaknya permintaan dari pelanggan," kata Sebastian Lukman, pemilik Mancave Barbershop di Jakarta Pusat, Rabu 17 Juni 2020.

    Ketika awal buka, bisnis barbershop yang dijalankan Sebastian Lukman ini langsung menerapkan protokol kesehatan COVID-19, seperti karyawan wajib memakai masker, kacamata goggle, penyanitasi tangan, hingga membersihkan semua peralatan yang selesai digunakan dengan cairan disinfektan.

    Tak hanya itu, pelanggan juga mesti melakukan booking appointment atau janji pemesanan terlebih dahulu melalui telepon atau pesan pribadi akun media sosial.

    Pandemi COVID-19 ditambah adanya kebijakan terkait bekerja dari rumah membuat banyak orang enggan berpergian. Karena itu, bisnis barbershop yang dijalankan Sebastian Lukman anjlok hingga 50 persen.

    "Ketika pelonggaran PSBB, kami ada home service procedure, jadi benar-benar kita sediakan bagi pelanggan yang masih takut keluar rumah," ujarnya.

    Melalui pelayanan itu, kapster datang langsung ke rumah untuk memangkas rambut pelanggan. Sebelum membuka layanan ini, Sebastian melakukan tes cepat COVID-19 kepada kapster guna memastikan mereka bebas dari virus Corona.

    Dengan adanya pelayanan menata rambut di rumah, bisnis barbershop Sebastian dapat kembali bergerak.

    Merujuk keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jasa perawatan rambut di salon dan barbershop dapat dibuka kembali terhitung sejak 15 Juni, bersamaan dengan pembukaan mal.

    Adapun kapasitas orang di ruangan hanya berjumlah 50 orang yang mencakup pemilik usaha, pekerja, dan pelanggan. Setiap bisnis usaha yang masuk dalam sektor pariwisata wajib menjalankan protokol umum pencegahan penularan COVID-19.

    Di pusat perbelanjaan Harco Pasar Baru, sejumlah gerai salon kecantikan masih terlihat tutup.

    Ada beberapa gerai yang sudah mulai buka, namun masih sepi pelanggan. Dalam sehari tak sampai 10 pelanggan yang datang.

    Meski begitu, para karyawan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai face shield, masker, dan pakaian khusus saat melayani pelanggan.

    Di Gang Kelinci, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pemilik salon bernama Natta tampak sibuk membersihkan sisa rambut pelanggan yang berceceran di lantai keramik. Dia bercerita, bisnis salon yang dia tekuni selama belasan tahun telah terpuruk dalam waktu beberapa bulan saja akibat pandemi COVID-19.

    Dengan PSBB Transisi di DKI Jakarta, para pemilik salon dan barbershop berharap bisnis potong rambut dapat kembali berjalan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.