Kasus Intip Payudara di Starbucks, Polisi: Pelaku Kenal Korban

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada 17 Mei 2019, Starbucks di Indonesia genap berusia 17 tahun. (Foto: Shutterstock)

    Pada 17 Mei 2019, Starbucks di Indonesia genap berusia 17 tahun. (Foto: Shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta -Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan 2 karyawan Starbucks yang menjadi terduga pelaku pengintip payudara lewat kamera CCTV, mengaku mengenal korbannya. 

    "Keterangan awal memang dua orang tersebut mengenal korban ini, dia kenal, kemudian dia zoom, bahkan salah seorang (terduga pelaku) memang suka kepada korban tersebut," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Juli 2020. 

    Yusri mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman kasus ini, salah satunya dengan berusaha menghubungi korban. Dari kedua orang terduga pelaku, yakni K dan D, pihak kepolisian mendapatkan nomor korban. 

    "Mudah-mudahan korban hari ini bisa menghadap, kami lakukan pemeriksaan di Polres Jakarta Utara," kata Yusri. 

    Sebelumnya netizen di media sosial Twitter ramai membicarakan perihal seorang karyawan yang diduga bekerja di sebuah kedai kopi Starbucks sedang mengamati pengunjung melalui video CCTV. 

    Dalam video tersebut, oknum pegawai yang memperhatikan video mengarahkan kameranya ke bagian kaki seorang pengunjung yang sedang duduk dan berlanjut ke bagian dada. 

    Oknum tersebut tidak sendirian dalam memperhatikan rekaman CCTV. Ada dua rekannya yang ikut tertawa saat mengamatinya.

    Video tersebut langsung viral di Twitter dan mendapat banyak hujatan dari netizen karena dianggap sebagai salah satu bentuk pelecehan seksual. 

    Sari Coffee Indonesia selaku perusahaan yang menaungi kedai kopi Starbucks memastikan kedua karyawan yang melakukan tindakan tak senonoh mengintip payudara itu telah dipecat. "Kami memastikan bahwa individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia," ujar Senior General Manager, Corporate PR and Communications, PT Sari Coffee Indonesia, Andrea Siahaan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.