PA 212 Bakal Gelar Demo Ganyang Komunis di DPR Hari Ini

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Aliansi Nasional Anti Komunis melakukan geladi bersih jelang Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Baru, Jakarta, 5 Juli 2020.  TEMPO/Ahmad Faiz

    Massa Aliansi Nasional Anti Komunis melakukan geladi bersih jelang Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Baru, Jakarta, 5 Juli 2020. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Alumni atau PA 212 hari ini akan menggelar aksi Ganyang Komunis di depan Gedung DPR RI, Senayan Jakarta Pusat.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan penyelenggara telah mengirimkan surat pemberitahuan aksi ke polisi.

    "Surat pemberitahuan itu sudah masuk ke Polda Metro Jaya. Kami sudah menyurat ke Mabes Polri, kesiapan anggota untuk mengamankan sudah siap juga," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Juli 2020.

    Meskipun sudah berizin, Yusri mengimbau agar para peserta aksi tertib dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Yusri mengatakan pihaknya akan menerjunkan personel untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di demo itu.

    "Kami belum tahu jumlah personelnya berapa," kata Yusri.

    Sebelumnya, Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI menyatakan akan kembali menggelar demonstrasi di Gedung MPR/DPR, Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2020. Demo tersebut akan dihadiri anggota aliansi yang berjumlah 174 organisasi masyarakat, di antaranya adalah PA 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

    Aksi demo itu menuntut agar DPR bersikap dan mencabut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP dari prolegnas. Selain itu, di hari dan tempat yang sama juga akan ada demonstrasi penolakan terhadap RUU Ciptaker yang diadakan oleh elemen buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

    Dalam tuntutannya, mereka menuntut agar DPR menghentikan pembahasan RUU 'Omnibus Law' Cipta Kerja (RUU Ciptaker) saat pandemi virus corona.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H