PSBB Transisi, Disnaker: 456 Perusahaan Langgar Protokol Covid-19

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memakai masker saat melintas di Kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. Para pekerja yang telah kembali ke kantor berupaya mengenakan masker dan pelindung wajah sebagai pencegahan tertular virus corona saat di tempat umum. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pekerja memakai masker saat melintas di Kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. Para pekerja yang telah kembali ke kantor berupaya mengenakan masker dan pelindung wajah sebagai pencegahan tertular virus corona saat di tempat umum. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Andri Yansah mengatakan semakin banyak perkantoran yang mengabaikan protokol kesehatan selama masa PSBB Transisi.

    Hal itu bisa terlihat dari banyaknya pelanggaran protokol kesehatan atau protokol Covid-19 yang dilakukan di perkantoran.

    "Ada ratusan perkantoran yang melanggar protokol kesehatan sejak awal PSBB transisi sampai sekarang," kata Andri saat dihubungi, Jumat, 24 Juli 2020.

    Sejak 8 Juni hingga 23 Juli kemarin, Dinas Tenaga Kerja DKI telah menggelar inspeksi mendadak terhadap 2.696 perusahaan. Dari sidak tersebut ditemukan 456 perusahaan yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 di perkantoran.

    Dari 456 pelanggaran tersebut, sebanyak 351 perusahaan diberikan nota peringatan pertama, 101 perusahaan diberikan peringatan kedua dan empat perusahaan ditutup sementara.

    Kata Andri, perusahaan yang melanggar tersebut sebenarnya telah menyediakan protokol kesehatan selama PSBB transisi. Namun, mereka tidak menjalankannya dengan benar. "Ada tempat cuci tangan dan hand sanitizer dan pengukur suhu tapi tidak digunakan."

    Selain itu, pelanggaran yang banyak dilakukan perusahaan selama transisi ini adalah tidak menerapkan protokol 50 persen kapasitas. Perusahaan yang melanggar protokol kesehatan tersebut didenda Rp 25-50 juta.

    "Pelanggaran 50 persen kapasitas ini kami lihat langsung dari sistem absensi perusahaan. Jadi mereka tidak bisa mengelak lagi."

    Andri berharap protokol kesehatan selama masa PSBB Transisi ini diterapkan dengan maksimal.

    Jangan sampai lengahnya penerapan protokol menambah besar potensi klaster Covid-19 dari perkantoran. "Sebenarnya protokol kesehatan ini pekerjaan mudah. Cuma banyak dijadikan basa basi," ucapnya. "Jadi asal ada saja, tapi tidak diterapkan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.