Ayah Yodi Prabowo Blak-blakan Tak Diberitahu Polisi Soal Hasil Otopsi dan...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kasus kematian Yodi Prabowo. ANTARA ; instagram.com/metrotv

    Kasus kematian Yodi Prabowo. ANTARA ; instagram.com/metrotv

    TEMPO.CO, Jakarta -Suwandi, ayah dari Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang jasadnya ditemukan di pinggir Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat, 10 Juli 2020 mengatakan bahwa polisi sampai saat ini belum memberi tahu hasil pemeriksaan telepon genggam Yodi dan hasil otopsi.

    "Enggak ada pemberitahuan hasil pemeriksaan handphone anak saya ke keluarga hasil otopsinya saja saya tidak tahu," kata Suwandi saat dihubungi, Selasa 28 Juli 2020.

    Menurut Suwandi, ia mengetahui hasil otopsi dan mengetahui banyaknya luka tusukan ditubuh putranya melalui media online dan keterangan resmi polisi pada Sabtu pekan lalu.

    "Enggak sama sekali, nomor yang hilang sampai saya hidupkan lagi, saya enggak dikasih tau hasil percakapannya seperti apa. Hasil otopsinya saya juga tidak dikasih tau ada berapa tusukan yang sebenarnya, baru saya dengar di press rilis sama dari media, saya tau hasil CCTV Ace Hardware aja dari media," ujarnya.

    Saat ia ke TKP penemuan jenasah Yodi Prabowo yang sudah tak bernyawa, kata Suwandi, ia tak melihat lumuran darah dibaju anaknya itu, kalau memang benar anaknya tewas bunuh diri.

    "Logika saya ya di TKP enggak mungkin bajunya enggak belumuran darah, itu yang menguatkan saya kalau dia bukan bunuh diri, kesehariannya juga tidak menunjukan depresi, kalau bukti saya belum punya kalau punya sudah saya kasih ke polisi dan minta tangkap orangnya," ungkapnya.

    Kejanggalan kematian anaknya, lanjut Suwandi seperti bercak darah, saat ditemukan bajunya bersih walaupun ada darah tapi hanya sedikit, kalaupun banyak luka tusukan paling tidak lukuran darah di badan membekas atau lengket darahnya.

    "Saat ditemukan tidak menggunakan seragam padahal biasanya kalau pulang kerja pakai seragam dan tidak pernah seragam dilipat kecil dimasukan tas, kalaupun dia bawa kaos dia pasti pakai tas gendong," demikian Suwandi soal keseharian editor Metro TV tersebut.

    Suwandi juga mengatakan bahwa untuk rekam medis anaknya tersebut, ia membenarkan bahwa Yodi pernah memeriksakan diri ke dokeer kulit dan kelamin RSCM pada 1 Juli 2020.

    "Itu saya pernah dipanggil ke rumah sakit, di sana juga ada polisi, karena saya tidak begitu paham bahasa kedokteran saya tahu dan lihat hasilnya HIV negatif dan non reaktif. Dari sana mungkin disuruh ke laboratorium, karena anak saya itu di selangkangannya ada ruam," imbuhnya.

    Suwandi menambahkan bahwa nantinya ia akan mencoba menanyakan kenapa hasil otopsi dan pemeriksaan telepon genggam milik Yodi tidak diberi tahu ke pihak keluarga. 

    "Kenapa sih enggak terus terang sama keluarga dan saya lihat ini terlihat terkesan terburu- buru untuk menyimpulkan, kalau itu minim bukti ya harus dicari dulu jangan terburu- buru," tambahnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.