Warga Bogor Diimbau Rayakan HUT RI ke-75 dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengibaran bendera merah putih. TEMPO/Ais Novia Hidayat

    Ilustrasi pengibaran bendera merah putih. TEMPO/Ais Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor -Wakil Walikota Bogor, Dedie Abdul Rachim, mengingatkan warganya untuk menerapkan protokol kesehatan dalam merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia atau HUT RI ke-75.

    “Kondisi saat ini belum aman, peringatan hari kemerdekaan harus dilaksanakan secara sederhana dan menghindari adanya kerumunan. Kita memprioritaskan kesehatan masyarakat,” ujar dia di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin 10 Agustus 2020, dikutip dari laman resmi Kota Bogor.

    Baca Juga: Menjelang HUT RI ke-75, Perajin Bambu Tebet Jual Pohon untuk Panjat Pinang

    Ia juga mengingatkan, kegiatan yang kerap dilakukan secara rutin di hari Kemerdekaan untuk dikurangi semaksimal mungkin. “Acara seperti perlombaan dikurangi semaksimal mungkin dan dihindari jumlah masyarakat yang berkerumun,” kata dia.

    Berdasarkan Surat Edaran no.005/2462-Prokompim perihal Pelaksanaan Peringatan HUT RI ke-75 Tahun 2020, masyarakat tetap dihimbau untuk berpartisipasi dalam pagelaran kemerdekaan. “Masyarakat dihimbau untuk memasang dan mengibarkan bendera merah putih diantara umbul-umbul, serentak mulai tanggal 1-31 Agustus 2020,” ujarnya.

    Ihwal upacara, tahun ini akan dilaksanakan sedikit berbeda. Lembaga yang mengikuti upacara hanya terbatas pada Kantor perwakilan, lembaga, dan instansi pemerintah yang berada di wilayah Kota Bogor dan meniadakan upacara tingkat instansi, perangkat daerah, BUMD, BUMN dan BUMS. Upacara akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bogor pukul 07.00.

    RAFI ABIYYU | MARTHA WARTA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.