Ruang Isolasi dan ICU Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta Terisi 70 persen

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pada Kamis (5/3) berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19. ANTARA/SIGID KURNIAWAN

    Petugas pada Kamis (5/3) berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19. ANTARA/SIGID KURNIAWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan kapasitas tempat tidur isolasi dan ruang ICU rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota telah terisi 70 persen. "Sekarang (pasien Covid-19) naik hampir 70 persen," kata Widyastuti di Balai Kota DKI, Jumat, 28 Agustus 2020. Jumlah tempat tidur isolasi mencapai 4.456 unit dan ruang ICU 483 unit.

    Pemerintah, kata dia, tidak tinggal diam dengan kenaikan jumlah pasien yang dirawat inap. Pemerintah akan memastikan isolasi dan perawatan pasien berjalan dengan baik. "Kami akan dorong yang benar-benar memerlukan rumah sakit kami layani.".

    Pasien yang bergejala ringan dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta Pusat. Kapasitas RS Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit rujukan, kata dia, masih cukup besar untuk merawat pasien dengan gejala ringan hingga sedang.

    Menurut Widyastuti, tidak semua orang yang terinfeksi Covid-19 membutuhkan perawatan di rumah sakit. 50 persen orang yang terpapar Covid-19 bisa menjalani isolasi mandiri karena tidak mempunyai gejala.

    "Kami mendorong pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta menjalani perawatan yang memadai," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.