Kabupaten Bekasi Terjunkan Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Taktiknya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menangkap warga yang tidak mengenakan masker, saat razia PSBB di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa, 25 Agustus 2020. TEMPO/Amston Probel

    Petugas menangkap warga yang tidak mengenakan masker, saat razia PSBB di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa, 25 Agustus 2020. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Cikarang -Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengerahkan tim terpadu pemburu pelanggar protokol kesehatan guna menindak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

    "Baru dibentuk dan sudah mulai bertugas. Tim pemburu ini mencari dan menyisir warga yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan," kata Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan di Cikarang, Jumat, 25 September 2020.

    Kepala Polres Metro Bekasi itu mengatakan, tim pemburu pelanggar protokol kesehatan terdiri atas personel Polres Metro Bekasi, Kodim Kabupaten Bekasi, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi.

    "Tim ini memakai metode hunting (berburu), semua pakai rompi, gunakan mobil dan motor patroli. Misal pagi ke pasar, siang ke mal, terus ke industri. Ada yang tidak gunakan masker langsung berhenti, berkerumun langsung berhenti, dilakukan penindakan dan sosialisasi kepada warga," katanya.

    Baca juga : Survei PMI, FAO: Hanya 3 Persen Warga Pasar Jabodetabek Sadar Protokol Kesehatan

    Ia mengatakan bahwa ada tiga strategi yang dijalankan untuk meningkatkan disiplin warga menjalankan protokol kesehatan. "Hunting, stasioner, maupun mobile, itu melibatkan petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP," katanya.

    Hendra menjelaskan, operasi stasioner dilakukan dengan mendirikan pos pantau di Sentral Grosir Cikarang, Terminal Kalijaya, dan Pasar Induk Cibitung untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan

    "Pos pantau itu terus berdiri sampai batas waktu yang belum ditentukan, tiap hari dilakukan operasi yustisi dan langsung penindakan, baik sosial maupun denda," katanya.

    Upaya meningkatkan disiplin warga menjalankan protokol kesehatan juga dilakukan dengan mengerahkan petugas untuk berkeliling mendatangi titik-titik sasaran operasi.

    "Ini tiap-tiap polsek ditugaskan bersama koramil dan kecamatan. Pindah-pindah titik operasi yustisinya," kata Hendra.

    Hendra berharap upaya-upaya tersebut bisa meningkatkan disiplin warga menjalankan protokol kesehatan dan menurunkan risiko penularan COVID-19.

    "Sehingga ke depan, dimana pun, kapan pun tidak ada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, baik individu, industri, maupun pelaku usaha," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin