Polisi Periksa Tas Peserta Demo BEM SI Tolak UU Cipta Kerja, Beberapa Ditangkap

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi melakukan pemeriksaan tas orang-orang yang akan bergabung dengan massa aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Polisi melakukan pemeriksaan tas orang-orang yang akan bergabung dengan massa aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Aparat kepolisian memeriksa satu per satu tas mahasiswa yang akan bergabung dengan demo BEM SI tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, hari ini.

    Pemeriksaan tas terhadap para mahasiswa itu dilakukan di ujung Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, dekat silang Monas. 

    Pantauan Tempo di lokasi, beberapa mahasiswa tidak diperkenankan bergabung dengan demo BEM SI dan diminta memutar balik. Salah satu alasan mereka tidak diperkenankan masuk karena tidak memakai jaket almamater mahasiswa.

    Polisi juga menangkap belasan orang diduga pelajar. Mereka tidak diizinkan bergabung dengan demo mahasiswa. Para pelajar itu langsung dibawa ke mobil polisi yang ada di dalam kawasan Monas.

    Baca juga: Jelang Demonstrasi, Ratusan Massa BEM SI Mulai Datangi Jalan Medan Merdeka Barat

    Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menolak UU Cipta Kerja digelar di ujung Jalan Medan Merdeka Barat, dekat patung kuda. Hingga pukul 14.20, massa dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau GEBRAK belum bergabung dengan para mahasiswa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.