Dugaan Kasus Makar Pilpres 2019, Eggi Sudjana Diperiksa Kamis Besok

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eggi Sujana ditemui usai solat zuhur di lingkungan rumahnya Komplek Perumahan Villa Indah Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, pasca kepulangannya dari Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Selasa 25 Juni 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    Eggi Sujana ditemui usai solat zuhur di lingkungan rumahnya Komplek Perumahan Villa Indah Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, pasca kepulangannya dari Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Selasa 25 Juni 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Jakarta -Penyidik Unit V Subditkamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan kembali memulai penyelidikan kasus makar dalam Pilpres 2019 yang melibatkan Eggi Sudjana. Penyelidikan akan dimulai dengan memanggil Eggi ke Polda Metro Jaya pada Kamis, 3 Desember 2020.  

    Pemanggilan melalui surat itu untuk menggali keterangan Eggi terkait dugaan makar tersebut. 

    Baca Juga: Ketua FPI Sebut Pendukung Trisila atau Ekasila Pelaku Makar

    "Saya dapat surat Selasa dinihari tadi, pukul 01.30," ujar Eggi saat dihubungi, Selasa, 1 Desember 2020. 

    Dalam surat bernomor S.Pgl/8802/XII/2020/Ditreskrimum itu, Eggi disangkakan melanggar Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan 2, dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. 

    Eggi dituduh melakukan tindak pidana makar dan atau menyiarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat. Adapun pihak pelapor dalam kasus ini bernama Suriyanto. 

    Adapun tindakan yang dianggap sebagai makar itu ketika Eggi menyerukan people power terkait hasil Pilpres 2019. Seruan dibuat kepada massa di rumah pemenangan capres Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada 17 April 2019.

    Setelah sempat ditahan beberapa waktu, Polda Metro Jaya mengabulkan penangguhan penahanan Eggi Sudjana pada Juni 2019. Penangguhan itu dilakukan atas jaminan politikus Gerindra yang juga anggota Komisi III DPR Sufmi Dasco Ahmad.

    "Setelah dilihat, dievaluasi, pada hari ini Senin tanggal 24 Juni pengajuan penangguhan penahanan oleh penjamin pak Dasco dikabulkan oleh penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya yang saat itu dijaga Inspektur Jenderal Argo Yuwono. 

    Argo mengatakan ada dua surat pengajuan yang disampaikan Eggi Sudjana. Surat pertama yakni dari pihak keluarga dan dari Sufmi Dasco Ahmad.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.