DKI Siapkan 21 Rumah Sakit Rujukan Efek Samping Vaksinasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kesehatan saat disuntik vaksin COVID-19 di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis, 14 Januari 2021. Menurut petugas sebanyak 25 tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi COVID-19 di puskesmas Duren Sawit pada hari pertama. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Tenaga kesehatan saat disuntik vaksin COVID-19 di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis, 14 Januari 2021. Menurut petugas sebanyak 25 tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi COVID-19 di puskesmas Duren Sawit pada hari pertama. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta menyiapkan 21 rumah sakit rujukan untuk menanggulangi temukan efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) vaksinasi Covid-19.

    "Dinas Kesehatan DKI bersama Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KOMDA PP KIPI) telah mempersiapkan tim untuk melakukan monitoring dampak pasca vaksinasi di setiap tingkatan administrasi," kata Widyastuti dalam diskusi virtual, Kamis, 14 Desember 2021.

    Dinas Kesehatan DKI akan memantau efek samping setelah vaksinasi mulai dari gejala ringan sampai yang bersifat sistemik. Pemantauan efek samping diperlukan karena vaksin merupakan penyuntikan zat asing ke dalam tubuh untuk memicu kekebalan. "Kami juga berkoordinasi dengan para ahli untuk memantau KIPI ini," ujarnya.

    Penyuntikan vaksin Covid-19 terhadap tenaga medis telah dimulai hari ini di beberapa puskesmas dan rumah sakit. Sedangkan pencanangan tingkat provinsi akan dilakukan pada Jumat, 15 Januari besok, kepada 21 orang.

    Dinkes DKI Jakarta telah menerima Vaksin Sinovac dari PT Biofarma sejak 4 Januari 2021 sebanyak 39.200 vial, lalu tanggal 7 Januari sebanyak 39.200 vial, dan pada 11 Januari sebanyak 41.640 vial, yang disimpan di Cold Room Gudang Vaksin Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

    "Total hingga 11 Januari 2020, kami telah menerima 120.040 vial. Vaksin tersebut hanya untuk 60.000 nakes, dan jumlah tersebut masih kurang karena data nakes dan penunjang di DKI Jakarta yang tercatat sebanyak 131 ribu orang," ujarnya.

    Baca juga: Ridwan Kamil: Besok Serempak Vaksinasi Covid-19, Kecuali Kota Bekasi

    Selain tenaga kesehatan, vaksinasi Covid-19 juga dilakukan terhadap pejabat publik sebagai contoh proses vaksinasi di Ibu Kota. "Meski hari ini sebagian tenaga kesehatan sudah mulai divaksin, besok tokoh akan divaksin," kata Widyastuti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.