Liang Makam di TPU Srengseng Sawah Tinggal 79 Petak, Pengelola: Besok Penuh

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengangkat peti jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 di TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat, 15 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas mengangkat peti jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 di TPU Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat, 15 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola TPU Srengseng Sawah Kepala Satuan Pelaksana Zona 15, Sutandyo, memperkirakan mulai besok siang TPU Srengseng Sawah tidak bisa lagi menerima jenazah Covid-19 untuk dimakamkan. "Besok siang kami perkirakan tidak bisa lagi karena sekarang tinggal tersisa 79 petak," kata Sutandyo saat dihubungi, Kamis, 21 Januari 2021.

    TPU Srengseng Sawah telah menerima jenazah Covid-19 sejak 12 Januari kemarin. Per hari sedikitnya ada 50 jenazah Covid-19 yang dikebumikan di pemakaman kawasan Jakarta Selatan itu.

    "Bahkan hingga pukul 09.00 saja tadi kami sudah menerima lima jenazah untuk dimakamkan," ujarnya.

    Baca: Sepekan Dibuka, Kuburan Jenazah Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Hampir Penuh

    Sejak dibuka untuk pemakaman protokol Covid-19, TPU Srengseng Sawah telah menerima 481 jenazah. Total lahan pemakaman yang dibuka mencapai 5 ribu meter khusus untuk jenazah Covid-19. "Lahan yang dibuka itu hanya efektif untuk 560 petak malam. Sudah sulit diperluas karena berada di pinggir kali."

    Meski begitu, kata dia, masih ada sisa lahan sekitar 5 ribu meter lagi di TPU Srengseng Sawah yang masih kosong. Namun lahan itu disiapkan untuk pemakaman umum. Lahan pemakaman umum masih tersedia meski tanpa perluasan lahan yang tersisa. “Kami menunggu arahan dari Dinas Pertamanan."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.