500 Karung Pasir Digunakan Menahan Banjir Luapan Ciliwung di Gunung Sahari

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi banjir yang melanda Jalan Raya Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Senin, 8 Februari 2021. Banjir tersebut terjadi sejak Senin pagi akibat luapan Kali Ciliwung serta tingginya intensitas hujan di Wilayah Bogor dan Sekitarnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga melintasi banjir yang melanda Jalan Raya Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Senin, 8 Februari 2021. Banjir tersebut terjadi sejak Senin pagi akibat luapan Kali Ciliwung serta tingginya intensitas hujan di Wilayah Bogor dan Sekitarnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 500 karung pasir digunakan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara untuk mengurangi dampak banjir akibat luapan Kali Ciliwung di Jalan Gunung Sahari Raya. Akibat luapan Ciliwung, jalan tersebut tergenang hingga setinggi 15 sentimeter. 

    "Luapan air kali ini keluar dari celah dan tali air sehingga menyebabkan genangan di Jalan Gunung Sahari Raya. Petugas sudah mulai menutup celah itu menggunakan 500 karung pasir. Kalau kurang nanti akan ditambah," kata Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air Kecamatan Pademangan Slamet Riyanto dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Februari 2021. 

    Selain menggunakan karung pasir, petugas juga memompa air di jalan menggunakan mesin pompa air  agar banjir cepat surut. Riyanto mengklaim alat tersebut mampu memompa air hingga 50 liter per detik. 

    Akibat hujan deras yang melanda Jakarta sejak Senin dinihari, beberapa jalan di Jakarta terendam banjir. Di Jalan Gunung Sahari Raya, hingga Pukul 09.00 WIB ketinggian air di Jalan mencapai 15 sentimeter. Namun dengan kondisi tersebut, petugas memastikan kendaraan roda dua dan empat masih bisa melintas.

    Baca juga: Banjir, 60 Warga Pejaten Timur Dievakuasi Petugas Pemadam Kebakaran

    Banjir juga terpantau di Jalan Kampung Bandan, Pademangan, Ancol Jakarta Utara pagi ini. Di Jakarta Timur, genangan air terpantau di Jalan Jatinegara Barat. Genangan yang diperkirakan setinggi 10 sentimeter itu membuat para pengendara melaju dengan pelan, sehingga terjadi kepadatan arus lalu lintas.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.