Sebagian Besar Cuaca Obyek Wisata Jakarta Diprakirakan Berawan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kusir delman menunggu pengunjung di Kawasan Monas, Jakarta, Kamis, 31 Desember 2020. Pengendara delman tersebut menganggur karena tidak ada pengunjung di Kawasan Monas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kusir delman menunggu pengunjung di Kawasan Monas, Jakarta, Kamis, 31 Desember 2020. Pengendara delman tersebut menganggur karena tidak ada pengunjung di Kawasan Monas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar cuaca obyek wisata DKI Jakarta berawan pada hari ini, Ahad, 14 Februari 2021. BMKG memprakirakan sebagian besar cuaca di DKI sejak pagi hingga malam hari berawan disertai hujan ringan.

    Tidak ada peringatan dini untuk mewaspadai perubahan cuaca. Dikutip dari laman BMKG pada Ahad pukul 05.00 WIB dan berlaku hingga Senin, 15 Februari 2021 pukul 07.00 WIB, berikut prakiraan cuaca di kawasan wisata Jakarta:

    Baca: Banjir Setinggi 50 Sentimeter Landa Pejaten Timur, Puluhan Warga Diungsikan

    1. Kawasan Wisata Kota Tua diperkirakan berawan dengan suhu 24-31 derajat Celsius.

    2. Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya diperkirakan berawan dengan suhu 24-30 derajat Celsius.

    3. Kepulauan Seribu diperkirakan berawan dengan suhu 25-28 derajat Celsius.

    4. Taman Impian Jaya Ancol diperkirakan berawan dengan suhu 25-30 derajat Celsius.

    5. Taman Mini Indonesia Indah diperkirakan hujan ringan dengan suhu 24-31 derajat Celsius.

    6. Kebun Binatang Ragunan diperkirakan berawan dengan suhu 24-30 derajat Celsius.

    7. Cuaca di Gelora Bung Karno dan sekitarnya diperkirakan hujan dengan suhu 24-31 derajat Celsius

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.