Seluruh Perjalanan Kereta Api dari Jakarta Dibatalkan Akibat Banjir

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kereta Api Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Kereta Api Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - PT KAI Daerah Operasional atau Daop 1 Jakarta membatalkan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir pada Senin, 22 Februari 2021. Pembatalan ini didasarkan kepada pertimbangan keselamatan akibat jalur rel yang terdampak banjir.

    "Terdapat 15 kereta api yang dibatalkan dari area Daop 1 Jakarta," ujar Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa dalam keterangan tertulisnya, Senin dini hari, 22 Februari 2021.

    Baca: KAI Batalkan Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh karena Lintasan Tergenang Banjir

    Kereta api perjalanan jarak jauh yang dibatalkan karena banjir itu adalah 7 kereta dari Stasiun Pasar Senen dan 8 kereta dari Stasiun Gambir. Selain pembatalan perjalanan jarak jauh, kata Eva, seluruh perjalanan kereta api lokal relasi Cikarang-Purwakarta, pergi dan pulang, juga dibatalkan.

    Di area Daop 1 Jakarta, dampak dari cuaca ekstrem terjadi di petak jalan antara Stasiun Kedunggedeh - Lemah Abang KM 55 +100 sampai dengan KM 53 + 600. Jalur itu sempat terendam banjir pada Ahad, 21 Februari 2021, dengan ketinggian air sampai dengan 150 sentimeter di atas kop rel.

    Banjir tidak hanya membuat jalur rel tergenang. “Banjir yang mengalir cukup deras juga mengakibatkan pondasi batu balas pada rel tergerus air sehingga memerlukan waktu untuk proses perbaikan prasarana jalur rel," ujar Eva.

    PT KAI Daop 1 Jakarta meminta maaf kepada seluruh pengguna jasa kereta api karena pembatalan ini. Sampai dengan saat ini, kata dia, persero masih melakukan upaya perbaikan prasarana yang terdampak banjir.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.