Tsani Annafari Bantah Mundur dari Jabatan Kepala Bapenda karena Evaluasi Kinerja

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi, Mohammad Tsani Annafari, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 29 November 2019. Mohammad Tsani Annafari, menyatakan resmi mengundurkan diri per 1 Desember dan kembali bekerja di Kementerian Keuangan. TEMPO/Imam Sukamto

    Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi, Mohammad Tsani Annafari, memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 29 November 2019. Mohammad Tsani Annafari, menyatakan resmi mengundurkan diri per 1 Desember dan kembali bekerja di Kementerian Keuangan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi Mohammad Tsani Annafari meminta publik tidak menduga-duga soal keputusannya mundur dari jabatan Kepala Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta. "Keputusannya saya mundur tidak perlu diperdebatkan karena menjabat atau tidak menjabat semuanya adalah bentuk penugasan," kata Tsani melalui pesan teksnya, tadi malam, Sabtu, 26 Februari 2021.

    Ia membantah kabar bahwa keputusan mundur dari jabatannya karena terkait evaluasi kinerja. Menurut dia, kinerjanya selama menjabat Kepala Bapenda bisa diperiksa melalui capaian target Bapenda DKI dan pelaksanaan kontrak kinerja dan capaian Kegiatan strategis daerah Bapenda 2020.

    Baca: Tsani Annafari Resmi Mundur dari Jabatan Kepala Bapenda DKI

    Tsani resmi mundur dari jabatan Kepala Bapenda DKI mulai Jumat, 26 Februari 2021. "Saya berhadap masyarakat tidak memperdebatkan keputusan ini."

    Ia menuturkan 2020 merupakan tahun penuh ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Sehingga sesuai arahan Gubernur DKI Anies Baswedan perlu sikap konservatif dan kehati-hatian agar target pendapatan tidak meleset jauh.

    "Jika terjadi akan menyebabkan defisit anggaran daerah yang tajam.” Menurut dia, kebijakan pendapatan juga harus memperhatikan sisi ketahanan dan pemulihan ekonomi, jadi tidak bisa asal genjot.

    Selama menjabat Kepala Bapenda DKI selama 3,5 bulan sejak Agustus 2020, Tsani mengatakan bisa meningkatkan pendapatan hampir dua kali lipat dari Rp 17 triliun di akhir Agustus menjadi Rp 31,9 pada akhir Desember 2020.

    Sebelumnya, Ketua komisi bidang pemerintahan DPRD DKI Mujiyono mengatakan Tsani adalah salah satu pejabat DKI yang mendapatkan catatan kinerja. "Termasuk dalam evaluasi," kata politikus Demokrat itu.

    Menurut Mujiyono, salah satu pertimbangan yang menjadi evaluasi pergeseran Kepala Bapenda DKI Mohammad Tsani Annafari adalah karena tidak percaya diri dengan target pendapatan asli daerah Jakarta.

    "Di rapat Banggar kaitannya dengan PAD, dia harus punya rasa optimis, tapi terukur.” Beberapa kali rapat di Banggar Tsani Annafari agak setengah terpaksa jika membicarakan target pendapatan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.