Penjualan Saham Bir, Eks Dirut BEI Ingatkan Pejabat DKI Bisa Kena Pelanggaran

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pabrik Bir. REUTERS/Thomas Mukoya

    Ilustrasi Pabrik Bir. REUTERS/Thomas Mukoya

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengingatkan pejabat DKI Jakarta untuk tidak berkoar-koar ingin menjual saham bir PT Delta Djakarta Tbk. Menurut dia, pengumuman bakal jual saham PT Delta, tapi batal termasuk pelanggaran.

    "Jangan sampai suara pejabat 'dengan ini saya niat jual', tiba-tiba tidak jadi. Itu ada pelanggaran loh terhadap regulasi di pasar modal," kata dia dalam diskusi virtual, Kamis, 1 April 2021.

    Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan akan menjual saham bir milik DKI di PT Delta Djakarta. Niatan jual saham bir ini juga pernah dilontarkan Gubernur Anies Baswedan.

    Dia bahkan telah melayangkan surat persetujuan penjualan saham ke DPRD DKI pada 2018, tapi tak ada respons hingga kini.

    Tito tak merinci dasar hukum pelanggaran yang dimaksudnya. Dia menyarankan agar pejabat DKI terlebih dulu memastikan soal penjualan saham bir tersebut. Sebab, pernyataan pelepasan aset ini mempengaruhi pasar dan pembelian saham oleh publik.

    "Jadi lebih baik dipastikan jual tidaknya dan jangan terlalu bicara ke masyarakat," tutur dia.

    Baca juga: PKS Sarankan Anies Pakai Jurus Diskresi Jual Saham Bir Jika Mentok di DPRD

    Pemerintah DKI memiliki 26,25 persen saham PT Delta. Harga saham PT Delta hari ini ditutup di angka Rp 3.830 per lembar. Tito menyebut DKI bisa mendapatkan sekitar Rp 800 miliar apabila menjual saham bir PT Delta dengan harga tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.