Terpopuler Metro: Terima Kasih Anies Baswedan untuk Jokowi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Anies Baswedan saat menghadiri peletakan batu pertama revitalisasi Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, pada Rabu, 31 Maret 2021. Kampung tersebut sebelumnya dilanda kebakaran. Dok: Humas Pemprov

    Gubernur Anies Baswedan saat menghadiri peletakan batu pertama revitalisasi Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, pada Rabu, 31 Maret 2021. Kampung tersebut sebelumnya dilanda kebakaran. Dok: Humas Pemprov

    JAKARTA- Tanggapan Gubernur Anies Baswedan kepada Presiden Joko Widodo yang memberikan kewenangan soal stasiun kepadanya, pemilihan Ketua PWNU, serta aksi koboi pengemudi Toyota Fortuner di Duren Sawit menjadi berita yang paling banyak dibaca saat ini, Ahad, 4 April 2021 di kanal Metro.

    Berikut adalah berita terpopuler di kanal Metropolitan Tempo.co:

    1. Jokowi Beri Kewenangan DKI Soal Stasiun, Anies: Untung Presiden Mantan Gubernur

    Pemerintah DKI berwenang membenahi stasiun kereta api di wilayahnya. Kewenangan itu diperoleh setelah Gubernur DKI Anies Baswedan memintanya kepada Presiden Joko Widodo.

    "Kami matur (sampaikan) Pak Presiden, 'Pak Presiden kalau kami mengelola transportasi tapi tidak punya kewenangan, sulit minta supaya stasiun di Jakarta dikelola oleh DKI," ujar Anies pada Kamis, 1 Maret 2021. Beruntung, Presiden mantan Gubernur DKI, sehingga permintaan itu tidak sulit dipenuhi.

    Baca: Anies Baswedan Sebut Untung Presiden Jokowi Mantan Gubernur, Ini Kata 2 Pengamat

    Anies mengatakan dampak kemacetan yang terjadi lantaran pengelolaan stasiun tidak sesuai dengan rencana penanganan kemacetan yang dilakukan DKI Jakarta. "Jadi begitu (Jokowi) dengar langsung, 'Iya saya juga dulu pusing ngurusin pintu stasiun," kata Anies menirukan Jokowi.

    Selama ini, meski stasiun berada di bawah Pemerintah DKI, pengelolaan kereta api tetap dipegang oleh pemerintah pusat melalui PT Kereta Api Indonesia atau KAI. Dengan pengelolaan di bawah Pemerintah DKI, stasiun-stasiun kereta bisa diintegrasikan dengan bus dan sarana transportasi lainnya yang dikelola oleh DKI.


    2. Lulung dan Sekda DKI Bersaing Jadi Ketua PWNU, Ini Harapan Anies Baswedan

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap pemilihan pemimpin di Indonesia bisa mencontoh Nahdlatul Ulama. Dalam pemilihan Ketua Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta, 11 calon diajukan namun semuanya kembali menjadi kawan saat sudah ada yang terpilih.

    Para calon Ketua PWNU DKI Jakarta dalam bursa pemilihan ini antara lain Abraham Lunggana alias Haji Lulung, Sekda DKI Marullah Matali dan PJ Ketua PWNU DKI Samsul Ma'arif. Ketua PWNU DKI Jakarta dipilih dalam Konferensi Wilayah XX NU DKI Jakarta yang berlangsung dari 2 April hingga 4 April 2021. "Siapapun yang terpilih, Insya Allah bisa memajukan bisa membesarkan dan menjaga keutuhan persatuan di dalam PWNU," kata Anies saat menghadiri Konferensi Wilayah XX NU di di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat 2 April 2021.

    Anies berpesan agar NU tetap menjadi penjaga dan pengayom persatuan. "Persatuan adalah hasil ikhtiar, keberagaman adalah kenyataan." Indonesia ditampilkan lahir dengan berbagai identitas sebagai ciptaan Allah, tapi persatuan adalah ikhtiar manusia. Pesan itu disampaikan karena Anies Baswedan karena pemilihan kepemimpinan kerap mengundang konflik. 


    3. Anies Baswedan Sebut Untung Presiden Jokowi Mantan Gubernur, Ini Kata 2 Pengamat

    Analis politik Exposit Strategic, Arif Susanto mengatakan pernyataan berupa rasa terima kasih oleh pejabat terhadap pendahulunya merupakan kewajaran. Karena pemerintahan memang merupakan sistem yang berkelanjutan. "Waktu Ahok mengambil alih estafet DKI dari Jokowi, dia juga pernah menyampaikan rasa terima kasih yang sama kepada Jokowi," ujar Arif.

    Namun secara komunikasi politik, kata Arif, pernyataan Anies kepada Jokowi tentang transportasi publik Jakarta itu bisa menjadi 'senjata'. Menurut Arif, Anies memberikan efek ganda, berupa memukul sekaligus merangkul. 

    Pernyataan itu dinilai bias karena mengarah kepada gubernur sebelumnya, Ahok yang kebijakannya tidak terintegrasi dalam transportasi publik. 

    4. Reza Indragiri: Pengemudi Fortuner Acungkan Pistol Bisa karena Ideologi Teroris

    Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menjelaskan todong senjata di jalan umum, seperti yang dilakukan pengemudi Fortuner MFA, didorong oleh oleh berbagai macam faktor. Salah satunya adalah indikasi pengemudi tersebut berideologi teroris. "Kalau level analisisnya sampai di ideologis, itu bisa jadi teroris," ujar Reza kepada Tempo, Sabtu, 3 April 2021. 

    Dugaan ideologi teroris itu hanya indikasi awal dan memerlukan pemeriksaan MFA lebih lanjut. Selain diduga didorong karena ideologi teroris, aksi todong senjata juga mengindikasikan MFA ingin tampak perkasa dan powerful di mata masyarakat. "Dia punya kecenderungan impulsif dan juga punya pengendalian amarah yang buruk. Dia mungkin juga di bawah pengaruh narkoba atau miras," ujar Reza. 

    Aksi bak koboi jalanan dilakukan MFA terjadi pada Jumat dini hari, sekitar pukul 01.00 di Banjir Kanal Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur. Sebelumnya, MFA terlebih dahulu menyerempet pengendara motor hingga terjatuh.

    Demikian berita tentang Anies Baswedan hingga aksi koboi itu bisa dibaca di sini.


    ADAM PRIREZA | ANTARA | M YUSUF MANURUNG | M JULNIS FIRMANSYAH | ADI WARSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.