Jasad Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Kalimalang Ditemukan di Pintu Air Bekasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tenggelam. FOX2now.com

    Ilustrasi orang tenggelam. FOX2now.com

    TEMPO.CO, Cikarang - Tim gabungan berhasil menemukan jasad remaja tewas tenggelam di Sungai Kalimalang, pada hari ini. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan korban tenggelam itu bernama Rafi Ardika, 14 tahun. 

    Korban dilaporkan tenggelam di Sungai Kalimalang, Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dua hari lalu. "Korban ditemukan dinihari tadi, sekitar pukul 00.30," kata Henri di Cikarang, Rabu 14 April 2021.

    Petugas gabungan menemukan jasad korban tenggelam itu di Pintu Air Sipon Bekasi. Jarak lokasi penemuan korban kurang lebih lima kilometer dari lokasi kejadian. "Radius lima kilometer dari titik awal korban tenggelam," ujarnya.

    Korban dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi. Jasad Rafi telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

    Pencarian korban tenggelam ini perlu waktu hingga dua hari karena cuaca buruk pada Selasa sore. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta Hendra Sudirman mengatakan tim gabungan terpaksa menghentikan sementara upaya pencarian pada hari kedua.

    Petugas SAR gabungan lantas melakukan pemantauan secara visual melalui akses jalan darat sambil menunggu cuaca stabil. "Saat petugas menyisir akses darat menuju Pintu Air Sipon, korban terlihat mengambang di sekitar pintu air itu," kata Hendra. 

    Hendra mengungkapkan turut berduka cita kepada keluarga korban tewas tenggelam di Sungai Kalimalang itu. "Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan beserta masyarakat yang melakukan pencarian korban."

    Baca juga: Imigran Kabur Tewas Tenggelam di Kali Kelapa Gading


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.