Penjelasan Lengkap Kapolres Metro Depok Soal Babi Ngepet yang Viral Tapi Hoax

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Depok – Aparat Kepolisian Polres Metro Depok mengungkap fenomena babi ngepet yang sempat viral beberapa waktu kebelakang, rupanya hanya karangan belaka tokoh masyarakat setempat. 

    Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Imran Edwin Siregar mengatakan, pengakuan ini didapatkan oleh salah seorang terduga pelaku yang diamankan Polsek Sawangan usai penangkapan babi ngepet pada beberapa hari lalu jadi viral.

    “Jadi kami sampaikan bahwa semua yang sudah viral tiga hari sebelumnya (tentang babi ngepet) itu adalah hoax itu berita bohong, jadi sebenarnya kejadian itu tidak seperti apa yang diberitakan di media tiga hari yang lalu,” kata Imran di Kantor Polres Metro Depok, Kamis 29 Maret 2021.

    Imran mengatakan, menurut pengakuan terduga pelaku, babi yang dipamerkan kepada masyarakat dan diisukan sebagai babi ngepet adalah babi hutan asli yang dibeli dari pencinta binatang melalui toko online.

    “Tersangka berinisial AI (44 tahun) ini merekayasa, dengan memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang, seharga Rp 900 ribu,” kata Imran.

    Imran mengatakan, tidak ada motif apapun dari tersangka selain ingin terkenal di mata para tetangganya. Karena, sebelumnya masyarakat setempat mengaku kehilangan uang Rp 1 juta hingga Rp 2 juta dan sempat beredar kabar bahwa uang itu dibawa babi ngepet. 

    “Dari sinilah kemudian, tersangka ini bekerjasama bersama kurang lebih 8 orang mengarang cerita seolah-olah babi negepet itu benar, dan telah tertangkap,” kata Imran.

    Imran mengaku baru menetapkan satu orang sebagai tersangka, sementara 7 orang lainnya yang diceritakan sebagai penangkap babi ngepet dan merupakan tim dari tersangka masih berstatus saksi.

    “Tersangka kita sangkakan Pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 undang-undang nomor 1 tahun 1946 (tentang Peraturan Hukum Pidana) dengan sanksi hukuman pidana 10 tahun penjara,” kata Imran.

    Sebelumnya diberitakan, Warga Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, dikagetkan dengan penemuan diduga seekor babi ngepet, yang ditangkap pada Selasa, 27 April 2021 dini hari sekitar pukul 00.30.

    Babi berwarna hitam dan berukuran kecil itu ditangkap oleh 7 orang warga setempat di RT 02/RW04, yang sebelumnya melihat keanehan dari seekor babi itu.

    "Sebelum jadi babi, itu wujudnya manusia," kata salah seorang saksi mata, Suhanda, 51 tahun dilokasi.

    Suhanda mengatakan, sebelum menjelma jadi babi, ada tiga orang manusia dengan menggunakan satu sepeda motor mendatangi lingkungannya. "Tiga orang, yang satu dia nggak pake baju hanya pakai jubah hitam," kata Suhanda.

    Suhanda mengatakan, pria yang memakai jubah hitam tersebut tiba-tiba berubah menjadi seekor babi kecil, "Kurang lebih membutuhkan waktu satu jam untuk jadi babi," kata Suhanda.

    Suhanda menambahkan, warga yang sebelumnya sudah siap dengan kedatangan sang babi langsung menangkap dan memasukkannya ke dalam kandang yabg terbuat dari bambu kuning.

    "Ditangkap oleh 7 orang, termasuk ada pak ustaz juga, yang nangkep semuanya telanjang bulat," kata Suhanda.

    Suhanda mengatakan, keluhan warga yang banyak kehilangan uang memang sudah terjadi sejak lama, dan sosok babi ngepet tersebut sudah diincar sejak sebulan ke belakang. "Emang udah diintai satu bulan ini, akhirnya semalam dapat," kata Suhanda.

    Suhanda mengatakan, untuk menghindari kerumunan warga yang penasaran, sang babi dieksekusi dengan cara memisahkan kepala dengan badannya

    Terpisah, Ketua RW 04 Bedahan, Abdul Rosad membenarkan kejadian tersebut. Babi ngepet itu ditangkap warga yang sudah geram dengan aksinya

    "Ya itu memang babi ngepet, dia sudah melakukan aksinya sejak sebulan lalu," kata Abdul

    Abdul mengatakan, sebelumnya, babi ngepet ini pun pernah akan ditangkap warga tapi lolos, karena saat ditangkap sang babi menghilang.

    "Dia itu (babi ngepet) sudah pernah ketangkap, cuma yang nangkep-nya masih menggunakan pakaian. Jadi hilang babinya, nah semalam yang nangkep tidak menggunakan pakaian," tutur Abdul.

    Abdul mempercayai, babi ngepet akan bisa terlihat jika kita telanjang bulat, sehingga dapat dengan mudah menangkap binatang jadi-jadian tersebut. "Jadi kalau nggak bugil, nggak bisa, kita nggak bisa melihat. Pada bugil itu semalam kita nangkep-nya," kata Abdul.

    Baca juga : Guru Besar UNY Jelaskan Mitos Babi Ngepet dalam Buku Dunia Hantu Orang Jawa   

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.