Rekomendasi Guru untuk Sistem Pendidikan Selama Pandemi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bersekolah dengan menggunakan masker. (Xinhua/Kaikeo Saiyasane)

    Ilustrasi bersekolah dengan menggunakan masker. (Xinhua/Kaikeo Saiyasane)

    Jakarta - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merekomendasikan sejumlah kebijakan kepada pemerintah untuk menghadapi kendala pendidikan selama pandemi Covid-19. Sekretaris FSGI Purnomo mengatakan pertama organisasinya mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersinergi dengan dinas pendidikan daerah untuk memastikan terlaksananya proses pembelajaran antara siswa dan guru dengan berbagai model dan cara sesuai disparitas wilayah, potensi dan kesiapan sekolah.

    Kemendikbud harus membuat skenario yang jelas dan terpantau untuk masing-masing sekolah. "Tidak lagi diserahkan kepada tim Covid-19 secara global dalam satu kabupaten/kota," kata Purnomo melalui keterangan tertulisnya, Ahad, 2 Mei 2021.

    Kedua, FSGI mendorong Kemendikbud bekerjasama dengan deerah untuk memetakan yang jelas tentang efektifitas belajar dari rumah di wilayah perkotaan dan Pedesaan. Pemerintah, kata dia, jangan merasa hanya dengan pembagian paket internet permasalahan sekolah daring selesai.

    Program bantuan pulsa atau paket internet bisa saja dilanjutkan tetapi harus dibarengi dengan pembagian gawai dan atau alat penguat sinyal. "Opsi penggunaan guru kunjung dan lainnya harus menjadi alternatif."

    Ketiga, FSGI mendorong Kemendikbud dan dinas pendidikan di daerah menfasilitasi terjadinya berbagai model pembelajaran tatap muka, tidak hanya di sekolah namun bisa dilakukan di lapangan terbuka, gunung, pantai dan atau tempat lain sesuai kondisi sekitar sekolah. "Pembelajaran tatap muka yang dipaksakan di sekolah justru menyiksa mental siswa," ujarnya.

    Keempat, FSGI mengingatkan Kemendikbud agar tidak lagi menetapkan kebijakan yang seragam untuk seluruh Indonesia. Menurut Purnomo, kebijakan setingkat kabupaten kota saja terbukti tidak bisa mengakomodir kondisi sekolah.

    Kemendikbud juga tidak boleh memaksakan program yang tidak tepat guna untuk masa pandemi, seperti pendidikan calon Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, Organisasi Penggerak yang justru membebani penanganan pendidikan di masa pendemi.

    Kelima, FSGI mendorong Kemendikbud untuk menjamin adanya mekanisme keterlibatan kepala sekolah agar permasalahan sekolah daring dan sekolah tatap muka dapat teratasi. Ada sekolah yang menjalankan belajar daring apa adanya, bahkan ada yang sekolah tatap muka namun siswa merasa tidak nyaman dan tidak bisa belajar.

    FSGI juga menemukan ada beberapa sekolah di wilayah lain yang belajar daring maupun sekolah tatap muka berjalan walaupun dengan cara berbeda. Di Bima, NTB, ada guru kunjung. "SMAN 1 Gunungsari Lombok Barat melaksanakan “Sekolah Perjumpaan”. Siswa disuruh membaca pelajaran di rumah, lalu besoknya datang ke sekolah untuk menceritakan kepada temannya.

    Baca: Evaluasi Uji Coba Sekolah Tatap Muka Tahap Satu Akan Rampung Hari Ini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.