Bantah Cap Teroris di FPI, Rizieq Shihab Sebut Organisasinya Cinta Pancasila

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plang Front Pembela Islam (FPI) dicopot pasca pemerintah resmi membubarkan FPI, di Petamburan, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. Aparat kepolisian tampak mencopoti baliho bertuliskan FPI maupun yang bergambar Rizieq Shihab di kawasan Petamburan yang merupakan markas FPI. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Plang Front Pembela Islam (FPI) dicopot pasca pemerintah resmi membubarkan FPI, di Petamburan, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. Aparat kepolisian tampak mencopoti baliho bertuliskan FPI maupun yang bergambar Rizieq Shihab di kawasan Petamburan yang merupakan markas FPI. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Pimpinan FPI Rizieq Shihab membantah pernyataan pihak-pihak yang menyebut organisasi besutannya itu sebagai sarang teroris. Menurut Rizieq, organisasinya setia dengan Pancasila yang selama ini ditentang oleh para teroris. 

    "Pancasila adalah dasar negara. Kami tidak sependapat dengan pernyataan teroris yang menolak Pancasila," ujar Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 3 Mei 2021. 

    Pernyataan ini Rizieq sampaikan saat Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa bertanya apakah Rizieq mengenal Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin ISIS. Rizieq menyatakan tak mengenalnya dan hanya mengetahui nama tersebut dari media. 

    Selain itu, Suparman juga menanyakan apakah di organisasi FPI ada bagian visi misi yang bertentangan dengan Pancasila. "Kami banyak mendengar cerita teroris yang ingin mengganti dasar negara, terus terang mereka katakan di persidangan, tidak terima dengan hukum negara, harus hukum Allah, di FPI ada ga?" ujar Suparman. 

    Rizieq mengatakan hampir seluruh syariat Islam sudah diterapkan dalam Pancasila, hanya pada bagian pemberian hukuman saja yang belum diterapkan sepenuhnya. Oleh karena itu, Rizieq mengatakan organisasinya sama sekali tak menentang Pancasila seperti yang para teroris suarakan. 

    "Saya sampaikan, kalau mau pemberian hukuman diterapkan sesuai syariat, maka harus berdasarkan konstitusional. Jadi gerakan kami di FPI mendorong agar syariat islam dilembagakan melalui Pancasila dengan cara konstitusional," ujar Rizieq. 

    Hari ini Rizieq Shihab menjalani sidang lanjutan atas kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Meskipun mengenai kerumunan, terdapat satu dakwaan dari jaksa mengenai pelarangan organisasi FPI sebagai ormas terlarang. 

    Baca juga: Rizieq Shihab Ungkap Percakapannya dengan Munarman Saat Tiba di Jakarta

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.