Kapolda Fadil Imran: 1.024 Personel Jaga Malam Takbiran dan Salat Idul Fitri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Fadil Imran bersama Panglima Daerah Militer Jayakarta Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan jajaran usai melakukan rapat koordinasi arus mudik Lebaran di Polda Metro, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Mei 2021. TEMPO/Lani Diana

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Fadil Imran bersama Panglima Daerah Militer Jayakarta Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan jajaran usai melakukan rapat koordinasi arus mudik Lebaran di Polda Metro, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Mei 2021. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisan Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran mengatakan sebanyak 1.024 personel disiagakan untuk menjaga malam takbiran tahun ini.

    "Yang terbagi di 20 titik pengamanan," kata Fadil saat apel di Polda Metro Jaya, Rabu sore, 12 Mei 2021.

    Pada malam takbiran kali ini, kata Fadil, pemerintah pusat dan daerah telah melarang adanya perayaan di jalanan. Karena itu, petugas dari kepolisian akan melakukan dua cara mencegah perayaan takbiran itu.

    Pertama, kata Fadil, melakukan sterilisasi kendaraan mulai pukul 18.00 hingga 22.00. Jika petugas menemukan adanya rombongan kendaraan yang ingin merayakan takbiran, ujar Fadil, maka akan disuruh untuk pulang.

    "Strategi kedua, dimulai pukul 22.00, yaitu crowd free night, yang tidak ada kepentingan di jalan langsung diminta untuk pulang ke rumah masing-masing," kata Fadil.

    Fadil Imran mengatakan, selain mengamankan malam takbiran, para personel gabungan itu juga akan mengamankan salat Idul Fitri, esok hari. Personel keamanan tersebut akan disebar di 19 pusat perbelanjaan, 7 pasar tradisional dan 6 lokasi wisata.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WHO: Varian Delta Covid-19 Diduga lebih Menular dan Perlu Diwaspadai

    Varian Delta dianggap lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. WHO sekaligus menilai bahwa varian delta covid-19 itu perlu diwaspadai.