ART di Cengkareng Gebuk Majikan Pakai Galon Air karena Tak Terima Ditegur

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air dalam kemasan galon. quora.com

    Ilustrasi air dalam kemasan galon. quora.com

    Jakarta - Seorang asisten rumah tangga atau ART berinisial NN bin HS, 32 tahun, ditangkap polisi di Cengkareng karena diduga menganiaya majikannya sendiri.

    Korban adalah perempuan bernama Yusni Etty, warga Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat.

    "Kami berhasil mengamankan pelaku tak lama setelah korban melapor ke polisi," kata Kepala Kepolisian Sektor Cengkareng, Komisaris Egman dalam keterangan tertulisanya pada Selasa, 18 Mei 2021

    Egman berujar, penganiayaan terjadi pada Ahad, 6 Mei 2021 sekitar pukul 10.00. Awalnya, kata dia, korban melihat rendaman panci rice cooker bekas pakai ada di rumah.

    Korban kemudian menegur asisten rumah tangga NN, agar hemat menggunakan air. Namun menurut Egmar, pelaku tak menghiraukan.

    "Maka korban memaki pelaku dengan kata 'setan'."

    Mendengar makian majikannya, NN marah. Dia lantas menghampiri Yusni dan balik memaki. Egman mengatakan, pelaku juga mencakar pergelangan tangan kiri dan menendang kaki kiri korban.

    Menurut Egman, penganiayaan juga terjadi sehari sebelum peristiwa cakaran itu. Pelaku disebut memukul korban dengan menggunakan galon air mineral yang sedang kosong. Pukulan itu mengenai lengan kanan kiri korban.

    "Permasalahannya, yaitu pelaku memasak telor tanpa sepengetahuan korban, padahal di rumah sudah ada opor ayam. Pelaku ditegur tapi tak terima," kata Egman.

    Atas kejadian-kejadian itu, korban akhirnya melapor ke Polsek Cengkareng. Sang ART kemudian ditangkap dan dijerat dengan Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

    Baca juga: Data Waraga Baru Pulang Mudik, Jakarta Barat Kerahkan 464 Personel

    M YUSUF MANURUNG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.