Ternyata, Ada Tiga Pemudik yang Tiba di Terminal Pulogebang Reaktif Covid-19

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik dengan bus. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Ilustrasi mudik dengan bus. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    JAKARTA- Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan tiga orang pemudik yang tiba di Terminal Pulo Gebang kedapatan reaktif Covid-19 saat menjalani tes rapid antigen.

    Ketiganya merupakan penumpang satu bus yang tiba dari wilayah Brebes, Jawa Tengah.

    Syafrin menyebut para penumpang itu sudah menjalani tes PCR dan kini tengah menjalani isolasi di Terminal Pulogebang. Mereka menunggu hasil tes yang akan keluar besok. "Kalau hasilnya positif, kami akan rujuk ke Wisma Atlet. Tapi kalau negatif yang bersangkutan bisa pulang ke rumah," ujar dia kepada wartawan pada Selasa, 18 Mei 2021.

    Syafrin mengatakan seluruh penumpang yang tiba di terminal akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Tes yang dilakukan kepada mereka adalah tes rapid antigen dan GeNose.

    "Semua penumpang yang turun di sana itu langaung dilakukan pemeriksaan rapid test dan GeNose," kata Syafrin.

    Selain itu, dua orang penumpang yang hendak berangkat ke Padang, Sumatera Barat, dan Pekalongan, Jawa Tengah, juga menunjukkan hasil reaktif saat menjalani tes rapid antigen.

    Syafrin mengatakan pada periode 6-17 Mei 2021 sebanyak 5.501 penumpang yang akan keluar Jakarta dari Terminal Pulogebang dan Kalideres telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

    Menurut Syafrin, walaupun penumpang sudah membawa surat bebas Covid-19, namun salah seorang pemudik di bus menunjukkan hasil positif melalui tes GeNose, maka, seluruh penumpang harus menjalani tes ulang.

    Baca juga : Tes Antigen di Pos Penyekatan Cikampek, 72 dari 13.675 Orang Reaktiif Covid-19 

    ADAM PRIREZA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.