Warga Ciputat Keluhkan Akses Keluar Masuk Pintu Tol Pamulang Bikin Macet

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara memperlihatkan Gerbang Tol Pamulang jalan tol Serpong Cinere di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 1 April 2021. Pengoperasian tol tersebut diharapkan mampu memecah kepadatan yang terjadi di Tol JORR II. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Foto udara memperlihatkan Gerbang Tol Pamulang jalan tol Serpong Cinere di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 1 April 2021. Pengoperasian tol tersebut diharapkan mampu memecah kepadatan yang terjadi di Tol JORR II. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Persimpangan keluar masuk pintu tol Pamulang di jalan RE Martadinata, Ciputat dikeluhkan masyarakat karena dituding sebagai biang kemacetan panjang.

    "Semenjak ada lampu merah keluar tol Pamulang ini jadi macet jalannya, padahal sebelumnya enggak macet," kata Imran (40) salah seorang warga yang sedang menunggu angkot di jalan RE Martadinata, Jumat 4 Juni 2021.

    Menurut Imran kemacetan kerap terjadi di persimpangan lampu merah pintu tol Pamulang ini. Kemacetan bisa mengular panjang jika memasuki akhir pekan.

    "Kalau masuk hari Sabtu dan Minggu macet bisa panjang karena mungkin banyak kendaraan yang keluar," ujarnya. "Pas Ramadan kemarin di sini juga macet menjelang buka puasa."

    Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan kota Tangerang Selatan Ika mengatakan lampu merah pintu tol Pamulang bersifat sementara. Diperkirakan lampu merah itu hanya terpasang hingga satu tahun ke depan.

    "Sifatnya sementara, berdasarkan kajian dari BPTJ dan pihak tol nantinya di sana akan dibuat jalan tak sebidang sehingga tidak menimbulkan kemacetan di jalan RE Martadinata," kata Ika. 

    BPTJ dan pengelola jalan tol akan membuat jalan layang (flyover) di atas jalan RE Martadinata.

    "Memang kami juga merasa keberatan dari Dishub karena saat ini masih terdapat kemacetan. Saat ini kondisinya mungkin volume kendaraan yang bertambah, dari unsur masyarakat juga mungkin hal yang baru dan beberapa faktor yang menjadikan kemacetan di sana," kata Ika.

    Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahajo mengatakan bahwa sesuai dokumen persetujuan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) yang diterbitkan BPTJ, pelaksana pembangunan simpang tidak sebidang (Flyover) adalah dari pihak pengembang jalan tol bukan BPTJ.

    "Untuk tahun awal rencana pelaksanaan dimulainya pembangunan flyover adalah tahun ini. Sesuai hasil monitoring andalalin yang dilakukan BPTJ, pembangunan masih terkendala pembebasan lahan di lokasi rencana pembangunan simpang tidak sebidangnya" tambahnya.

    Sesuai desain yang ada, kata Budi, flyover dibuat untuk kendaraan yang akan masuk ke tol Pamulang dari arah Ciputat, sementara kendaraan dari arah persimpangan Gaplek bisa langsung belok ke kiri masuk ke tol Pamulang. 

    MUHAMMAD KURNIANTO

    Baca juga: Warga Pamulang Padati Pos Tes Usap Antigen di Polsek, 3 Orang Positif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.