Anies Baswedan Minta Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu di Jakarta Daftar DTKS

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PPSU menurunkan bansos Covid-19 yang dibagikan di Semper Barat, Jakarta pada 20 April 2020.  Bansos ini diberikan kepada warga yang belum mendapatkan bantuan sosial dari Pemprov DKI Jakarta dengan kriteria warga berisiko tinggi di atas 60 tahun, yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, kanker, hipertensi, paru-paru, serta untuk warga pekerja informal terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kemsos.go.id

    Petugas PPSU menurunkan bansos Covid-19 yang dibagikan di Semper Barat, Jakarta pada 20 April 2020. Bansos ini diberikan kepada warga yang belum mendapatkan bantuan sosial dari Pemprov DKI Jakarta dengan kriteria warga berisiko tinggi di atas 60 tahun, yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, kanker, hipertensi, paru-paru, serta untuk warga pekerja informal terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kemsos.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta fakir miskin dan orang tidak mampu di Ibu Kota untuk mendaftar masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Warga miskin yang terdaftar dalam DTKS itu akan masuk daftar penerima bantuan sosial (bansos).  

    Pendataan fakir miskin dan orang tidak mampu itu dilakukan secara online lewat sistem Pusat Data dan Informasi Jaminan Sosial (Pusdatin Jamsos) Dinas Sosial DKI mulai Senin, 7 Juni 2021.

    Anies mengatakan warga miskin harus mendaftarkan diri secara langsung untuk masuk DTKS itu. Caranya, mereka harus mendaftar di fmotm.jakarta.go.id. Pendaftaran DTKS itu dibuka mulai 7 - 25 Juni 2021.

    "Pendaftaran DTKS dibuka melalui sistem FMOTM yang akan dilaksanakan secara online," kata Anies di akun media sosialnya, Minggu 6 Juni 2021.

    Pada tautan fmotm.jakarta.go.id disebutkan bahwa pendaftaran baru bisa dilakukan pada tanggal 7 Juni 2021. Pendaftaran sebelum tanggal tersebut tidak akan diproses.

    Dengan mendaftar DTKS, warga miskin di Jakarta akan memperoleh keuntungan berupa masuk dalam daftar penerima bansos pemenuhan kebutuhan dasar. Bansos itu berasal dari APBN maupun APBD.

    Bantuan yang akan diperoleh warga Jakarta yang terdaftar dalam DTKS antara lain: Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Kedua jenis bantuan ini bersumber dari APBN.

    Ada pula Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) da Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), yang bersumber dari APBD.

    Baca juga: DKI Luncurkan Gerakan Jakarta Sadar Sampah, Ini Kata Anies Baswedan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.