BPBD Lebak Minta Warga Waspadai Hujan Lebat dan Petir Sore hingga Malam

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas saat banjir di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Sabtu, 3 April 2021. Menurut data BPBD Kabupaten Lebak sebanyak 63 rumah dari tiga kecamatan di Lebak terendam banjir. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    Warga beraktivitas saat banjir di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Sabtu, 3 April 2021. Menurut data BPBD Kabupaten Lebak sebanyak 63 rumah dari tiga kecamatan di Lebak terendam banjir. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Lebak -Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lebak, Banten meminta masyarakat setempat untuk mewaspadai hujan lebat disertai sambaran petir dan angin kencang pada hari ini.

    "Potensi cuaca buruk itu berpeluang terjadi sore hingga malam hari, " kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak Pebby Rizky Pratama di Lebak, Minggu, 13 Juni 2021.

    Peringatan kewaspadaan cuaca buruk tersebut guna mengurangi risiko kebencanaan, karena selama ini wilayah Kabupaten Lebak masuk daerah rawan bencana alam.

    Potensi bencana alam itu di antaranya banjir permukiman, banjir bandang, longsor, angin puting beliung, kebakaran hingga gempa tektonik.

    ADVERTISEMENT

    Untuk itu, masyarakat di daerah ini dapat meningkatkan kewaspadaan jika hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

    "Kami minta warga jika cuaca buruk berlangsung tidak mengendarai kendaraan, karena khawatir pohon tumbang juga tidak berada di tanah lapang guna menghindari sambaran petir, " katanya menjelaskan.

    Menurut dia, pihaknya sudah sampaikan peringatan waspada ke seluruh aparatur kecamatan dan relawan tersebar di 28 kecamatan, desa dan kelurahan.

    Begitu juga relawan BPBD kecamatan untuk mempersiapkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca buruk.

    Selama ini, kata dia, pihaknya belum menerima kerusakan infrastruktur maupun korban akibat cuaca buruk tersebut. 

    "Kami tetap waspada, karena beberapa hari terakhir ini daerah Lebak dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, " katanya.

    Ia mengatakan, pihaknya kini membuka posko pelayanan penanggulangan bencana selama 24 jam dengan petugas sebanyak 12 orang secara bergantian.

    Selain itu juga mempersiapkan peralatan evakuasi untuk penyelamatan warga di lokasi bencana alam, seperti perahu karet, tambang, gergaji mesin, kendaraan operasional, termasuk kendaraan dapur dan tenda.

    Begitu juga logistik bahan pokok dan obat-obatan, pakaian bekas serta selimut untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi warga Lebak jika terjadi bencana.

    Baca juga : Penganiayaan Bayi oleh Ibu, Tokoh Lebak: Jangan Diselesaikan dengan Musyawarah
    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.