Top 3 Metro: Pembelajaran Tatap Muka di Bogor Disetop, PPDB Jalur Prestasi Kacau

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru memberikan arahan kepada murid saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Seorang guru memberikan arahan kepada murid saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bogor -Berita terpopuler di Metro diawali soal Pembelajaran Tatap Muka di Bogor disetop mendapat respons dari orang tua murid.

    Selain itu ada pula ihwal kasus kekacauan PPDB 2021 jalur prestasi di DKI Jakarta. Tepatnya di sebuah SMP Negeri di Cipinang Muara Jakarta Timur. Selengkapnya.

    1. Pembelajaran Tatap Muka di Bogor Disetop, Orang Tua: Anak Kita kan Bukan Militer

    Keputusan Pemerintah Kota Bogor menghentikan Pembelajaran Tatap Muka menuai pro dan kontra dari orang tua siswa. 

    ADVERTISEMENT

    Hera Yuliana, orang tua murid yang anaknya baru mendaftarkan diri ke sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Bogor, berharap pembelajaran tatap muka kembali dilanjutkan. “Saya khawatir anak saya sosialnya tidak berkembang karena tidak memiliki teman, selain teman di rumah,” kata Hera kepada Tempo, Rabu 16 Juni 2021.

    Hera mengatakan penularan Covid-19 memang masih ganas, namun dia optimistis dengan penerapan disiplin dan protokol kesehatan yang ketat, pembelajaran tatap muka (PTM) bisa digelar. Dia yakin anaknya dapat beradaptasi dengan kegiatan PTM di masa pandemi ini.

    “Kita sebagai orang tua juga siap antar jemput. Intinya saya berharap corona ini segera pergi, biar anak kami menikmati masa sekolahnya,” kata Hera.

    Berbeda dengan Hera, seorang orang tua murid bernama Resti Savitri justru setuju PTM dihentikan. Wanita asal Bantarjati ini mendukung PTM disetop karena karena kasus Covid-19 sedang tinggi.

    Menurut Resti, jika sekolah tatap muka dipaksakan, masa depan anaknya juga jadi pertaruhan. “Misal, anak kita sekolah terus tertular. Itu kan sama aja, mengorbankan anak kita meninggalkan pelajarannya karena harus menjalani perawatan,” kata Resti.

    Meski protokol kesehatan ketat diberlakukan di sekolah, Resti mengatakan belum tentu bisa menjamin keselamatan anaknya dari bahaya penularan Covid-19. Resti mengatakan anak SD dan SMP apalagi SMA, masih belum bisa didisiplinkan seratus persen.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.