Kasus Covid-19 Meroket, Menhub Instruksikan KAI Tes Acak Penumpang KRL

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang berada di dalam rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis 6 Mei 2021. KAI Commuter membatasi layanan operasional perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek mulai tanggal 6-17 Mei 2021 dengan menggeser jam operasi KRL Jabodetabek dari normalnya 04.00-22.00 WIB menjadi 04.00-20.00 WIB sementara untuk Stasiun Rangkasbitung, Citeras, Maja, dan Cikoya tidak akan melayani naik turun pengguna KRL. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Penumpang berada di dalam rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis 6 Mei 2021. KAI Commuter membatasi layanan operasional perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek mulai tanggal 6-17 Mei 2021 dengan menggeser jam operasi KRL Jabodetabek dari normalnya 04.00-22.00 WIB menjadi 04.00-20.00 WIB sementara untuk Stasiun Rangkasbitung, Citeras, Maja, dan Cikoya tidak akan melayani naik turun pengguna KRL. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginstruksikan PT KAI melakukan pengecekan acak kepada para penumpang kereta rel listrik atau KRL.

    Pengecekan ini dilakukan seiring tingginya angka kasus Covid-19 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek.

    Budi mendapat laporan bahwa saat ini jumlah pergerakan penumpang KRL per hari cenderung meningkat yaitu sekitar 400 hingga 500 ribu penumpang per harinya.

    "Walaupun di masa normal bisa di atas satu juta penumpang, tetapi ini harus kita sikapi mengingat saat ini terjadi peningkatan kasus Covid-19. Oleh karena itu, kami tugaskan PT KAI untuk melakukan random check di stasiun utama seperti di Gambir, Senen, Manggarai, dan stasiun utama lainnya di lintas, Bekasi, Bogor, dan Tangerang," kata Budi dalam keterangannya, Sabtu, 19 Juni 2021.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Budi, tes secara acak ini perlu dilakukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat bahwa saat ini sedang terjadi peningkatan kasus Covid-19. Ia pun berharap masyarakat tidak melakukan perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak.

    "Kami mengimbau masyarakat kalau kondisi tidak begitu fit dan merasa sakit agar menghindari perjalanan dan juga pergerakan yang tidak perlu," kata dia.

    Budi Karya mengatakan KRL merupakan salah satu moda transportasi favorit masyarakat. Karena itu perlu perhatian khusus sebagai bagian upaya untuk bersama-sama menekan penyebaran virus Corona.

    Seperti diketahui saat ini kasus Covid-19 di wilayah Jakarta dan sekitarnya tengah melonjak tajam. Bahkan Jakarta kemarin mencatat rekor tertinggi dengan angka 4.700 kasus dalam satu hari.

    Kondisi yang sama juga terjadi di wilayah seputaran Ibu Kota seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Bahkan rata-rata tingkat keterisian tempat tidur di masing-masing wilayah itu telah menyentuh angka 80 persen.

    Sejak terjadi pelonggaran, jumlah penumpang KRL terus meningkat. Hampir setiap hari di media sosial menayangkan foto-foto kondisi penumpang KRL di jam sibuk yang terlihat padat dan tidak menerapkan jaga jarak.

    Untuk itu Budi Karya mengatakan Kementerian Perhubungan akan menyediakan bus-bus di sejumlah titik stasiun sebagai alternatif angkutan agar kondisi penumpang KRL tidak berdesakan.

    Menanggapi instruksi Menteri Perhubungan, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan siap melaksanakan pengecekan acak di beberapa stasiun utama KRL.

    Meski begitu, Didiek mengatakan pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat terhadap penumpang KRL.

    Baca juga: PT KAI Catat Pengguna KRL Tembus 175 Ribu Orang Pagi Hari Ini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.