Lurah Cijantung Meninggal, Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana areal pemakaman khusus dengan protokol Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa, 2 Maret 2021. Diketahui, TPU Bambu Apus resmi dijadikan sebagai tempat pemakan pasien Covid-19 sejak 21 Januari 2021 lalu. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Suasana areal pemakaman khusus dengan protokol Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa, 2 Maret 2021. Diketahui, TPU Bambu Apus resmi dijadikan sebagai tempat pemakan pasien Covid-19 sejak 21 Januari 2021 lalu. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaLurah Cijantung Haerudin meninggal di RSUD Pasar Minggu, Jumat dinihari 25 Juni 2021. Haerudin diduga terpapar virus corona. 

    Camat Pasar Rebo Raden Anthoni Widodo mengatakan jenazah Lurah Cijantung itu dimakamkan di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, pada hari ini. Meski belum dipastikan positif Covid-19, Haerudin dikuburkan dengan pemakaman Covid-19. 

    "Karena beliau meninggal karena Covid-19, tidak ada upacara pelepasan jenazah," ujar Anthoni di Jakarta, Jumat 25 Juni 2021. 

    Menurut keterangan Anthoni, Lurah Cijantung itu sempat mengunjungi warga yang melakukan isolasi mandiri pada hari Senin, 14 Juni lalu. Kunjungan itu dilakukan Haerudin untuk memantau pelaksanaan isolasi di wilayahnya. 

    ADVERTISEMENT

    Usai pulang dari kunjungan itu, Haerudin sempat mengalami demam.

    Anthoni mengatakan istri Haerudin menceritakan suaminya sering mengeluh tidak enak badan dan demam. "Akhirnya kita minta beliau istirahat di rumah karena sakit," tambahnya.

    Camat Pasar Rebo itu berduka cita atas kepergian Lurah Cijantung Haerudin. Dia meminta seluruh ASN  dan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. "Mari kita doakan agar amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya," kata Anthoni.

    Baca juga: Terpapar Covid-19, Ketua IDI Tangerang Selatan Meninggal


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.