Ikan Arwana Naik Daun Kembali, Begini Tips dan Trik Memeliharanya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikan arwana terutama jenis super red banyak diburu dan diperjualbelikan. Foto: @aquabluering

    Ikan arwana terutama jenis super red banyak diburu dan diperjualbelikan. Foto: @aquabluering

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah cukup lama nama ikan arwana yang sempat menjadi perburuan beberapa tahun lalu tak terdengar di permukaan. Namun, kemarin selebritas Irfan Hakim mengungkapkan pencurian 400 ekor ikan arwana jenis arwana super red milik sahabatnya. Ternyata pelakunya  adalah pegawai dan orang kepercayaan sahabatnya itu. Kerugian ditaksir sampai Rp 24 miliar, membuat perhatian publik ke sini. 

    Entah fakta atau mitos, ikan arwana banyak dipercaya oleh orang sebagai salah satu hewan pembawa keberuntungan. Terlebih jenis arwana super red itu. Ciri-cirinya yang khas yaitu bentuknya yang panjang, sisiknya yang berwarna terang serta matanya yang bulat membuat orang yang melihatnya tertarik untuk merawatnya.

    Menurut jurnal.untan.ac.id, berikut merupakan tips dan trik merawat ikan arwana dengan cara yang baik dan benar:

    Untuk perawatan air di dalam aquarium sebaiknya air diganti secara berkala agar air tetap bersih sehingga nantinya keadaan ikan bisa tetap sehat. Tetapi lain halnya bila ikan arwana dipelihara dalam kolam besar dengan sistem air yang mengalir itu tidak perlu perawatan yang ekstra seperti di aquarium.

    Kemudian untuk suhu air, ikan arwana lebih menyukai kondisi air yang hangat daripada kondisi air yang dingin. Karena bila menggunakan air yang dingin dikhawatirkan bisa memunculkan penyakit kembang sisik pada ikan arwana. Penyakit kembang sisik adalah penyakit yang disebabkan karena kualitas air yang kurang baik serta adanya perubahan suhu yang sangat drastis sehingga akan berpotensi menimbulkan kematian pada ikan. 

    Jika perawatannya di dalam aquarium tidak disarankan untuk menggunakan batu kerikil dan pasir karena bisa menyebabkan insang ikan arwana melipat. Hal itu kemudian bisa mengakibatkan banyak bakteri yang muncul pada aquarium. Selain itu, disamping insang melipat ada dampak negatif lain yang dapat ditimbulkan batu kerikil atau pasir yaitu menyebabkan ekor ikan arwana mengecil.

    Mengenai pakan, ikan arwana sebaiknya diberi makan selama tiga kali sehari yaitu pagi, siang, dan malam. Lalu, untuk jenis pakan bisa menggunakan hewan-hewan kecil seperti jangkrik, ulat Jerman, kelabang, kadal, cecak, atau ikan mas kecil. Pakan-pakan itu semua mempunyai kandungan yang cukup baik untuk menghasilkan kesehatan si arwana.

    PRIMANDA ANDI AKBAR

    Baca: Pencurian Ikan Arwana Super Red Senilai Rp 24 M terungkap, Irfan Hakim Emosi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.