Hashtag Munarman Trending, Ketua PA 212 Minta Penyidik Beri Akses

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman saat ditangkap tim Densus 88 pada Selasa, 27 April 2021. Dalam penangkapan tersebut, Munarman diduga menggerakan orang lain serta mufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi. Foto: Istimewa

    Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman saat ditangkap tim Densus 88 pada Selasa, 27 April 2021. Dalam penangkapan tersebut, Munarman diduga menggerakan orang lain serta mufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212 Slamet Maarif berharap penyidik kepolisian memenuhi hak-hak Munarman yang menjadi tersangka kasus dugaan terorisme.

    "Termasuk mendapat pendampingan hukum dari pengacara kita secara baik dan memberikan akses sesuai prosedur kepada pengacara dan keluarga," kata Slamet Maarif kepada Tempo, Senin, 2 Agustus 2021.

    Sebelumnya, tanda pagar atau hastag #Munarman Kalian Apakan hari ini menjadi trending di media sosial. Tagar itu disertai pertanyaan warganet mengenai kabar mantan pentolan FPI itu yang sudah jarang terdengar.

    Menanggapi trendingnya tagar itu, kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar, mengatakan kliennya saat ini memang sulit ditemui. "Kadang sulit dikunjungi kuasa hukum," ujar Aziz saat dihubungi Tempo, Sabtu, 31 Juli 2021.

    Aziz menjelaskan, hal itu terjadi lantaran pemberlakuan PPKM Level 4 di Jakarta. Namun ia tak tahu apakah kesulitan menemui Munarman oleh kuasa hukum menjadi penyebab munculnya tagar Munarman Kalian Apakan yang kemudian trending di Twitter.

    Pada masa PPKM ini bukan hanya Munarman saja yang sulit ditemui penasihat hukum. "Rizieq Shihab juga sama," kata Aziz.

    Munarman diringkus polisi di rumahnya, Perumahan Modern Hills, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, sekitar pukul 15.30, Selasa, 27 April 2021 atas dugaan terlibat terorisme. Munarman ditahan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

    Eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) FPI Munarman itu ditangkap setelah dugaan keterlibatannya dalam pembaiatan di beberapa lokasi. Pertama, pembaiatan di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kedua, pembaiatan di Makassar dan Medan. Polisi menyebut pembaiatan di Makassar terafiliasi dengan jaringan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

    Baca juga: Tagar Munarman Kalian Apakan Trending, Kuasa Hukum: Beliau Sulit Dikunjungi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.