Detik-detik Penembakan Ustad di Tangerang: Saya Ditembak, Saya Ditembak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    TEMPO.CO, Tangerang- Ahmad Mangku, Ketua Rukun Warga 05, Kelurahan Kunciran menuturkan detik-detik penembakan Ustad Armand atau Alex yang terjadi usai Salat Magrib. "Ustad Alex ditembak di depan rumahnya saat berjalan bersama anaknya yang berusia lima tahun sepulang dari Masjid," ujarnya Ahad 19 September 2021.

    Menurut Ahmad, selepas salat Magrib di Masjid Nuryaqin yang ada di sekitar pemukiman itu, Ahmad beserta ustad Armand dan beberapa warga lainnya berjalan pulang. Tak lama mereka berpisah menuju rumah masing-masing.  "Saat itu ustad Alex berjalan ke arah rumahnya berdua dengan anaknya," kata Ahmad.

    Sesaat kemudian, kata Ahmad, terdengar bunyi letusan tembakan yang sangat nyaring. "Kedengaran sampai jarak 400 meter."

    Berbarengan dengan bunyi letusan tembakan itu, terdengar teriakan, "Saya kena tembak, saya kena tembak." Ternyata itu adalah teriakan Armand yang roboh bersimbah darah.

    Berdasarkan keterangan warga sekitar yang saat itu melihat jelas aksi penembakan itu, kata Ahmad, pelaku penembakan seorang pria berjaket hijau ojek online yang menghadang Ustaz Armand di depan rumahnya. "Pelakunya dua orang, mereka berboncengan satu motor, yang satu menghadang Alex, satunya lagi duduk di atas motor," ucapnya.

    Setelah melepaskan satu tembakan dan korban roboh, pelaku langsung kabur. Warga setempat langsung berhamburan mencoba memberi pertolongan kepada ustaz Armand. " Peluru mengenai pinggang kiri tebus ke dada," kata Ahmad.

    Armand dilarikan kerumah Sakit Mulya Pinang, Tangerang. Sekitar pukul 19.17 WIB korban dinyatakan sudah meninggal. 

    Tak lama kemudian polisi datang ke lokasi melakukan olah tempat terjadinya perkara dan memasang garis polisi lokasi penembakan ustad Armand.

    Ahmad mengatakan, Armand merupakan seorang ustad dan menjadi Ketua Majelis Taklim Masjid Nurulyaqin. "Sehari harinya dia bekerja sebagai paranormal dan membuka praktek pengobatan alternatif," ucapnya.

    Baca juga: Ustad Alex, Korban Penembakan di Tangerang Dikenal Baik dan Supel

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.