Serangan PSI ke Anies Baswedan, dari Banjir, Formula E, hingga Sebut Pembohong

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin apel apresiasi tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di Posko Monas, Rabu, 22 September 2021. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin apel apresiasi tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di Posko Monas, Rabu, 22 September 2021. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta- Partai Solidaritas Indonesia atau PSI terus melancarkan serangan dan kritik kepada Gubernur DKI Anies Baswedan. Terbaru adalah ungkapan Pelaksana tugas Ketua Umum PSI Giring Ganesha yang menyebut Anies sebagai pembohong.

    Berikut adalah deretan kritik PSI terhadap Anies mulai dari persoalan banjir hingga Formula E: 

    1. Interpelasi Banjir

    Upaya Farksi PSI DPRD DKI mengajukan hak interpelasi kepada Anies Baswedan telah dilakukan sejak awal tahun ini dengan isu banjir. Saat itu PSI menilai Anies tak serius menanggulangi banjir di Ibu Kota.

    "PSI menilai Anies tidak menjalankan amanah penanggulangan banjir, bahkan diduga dengan sengaja menghambat kerja di dinas-dinas Pemprov DKI untuk mencegah banjir," kata Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Justin Adrian Untayana melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 25 Februari 2021.

    PSI juga mengkritisi ketidakjelasan masterplan penanggulangan banjir, pembebasan lahan normalisasi, dan kebingungan kosa kata serta mandeknya normalisasi maupun naturalisasi sungai yang tidak ada kemajuan sama sekali. Apalagi Anies sudah menjabat selama 3,5 tahun, namun justru mendorong revisi RPJMD untuk menghapus normalisasi dari RPJMD.

    Selain lambat dalam pembebasan lahan, Anies juga tidak menunjukkan keberpihakan anggaran terhadap penanggulangan banjir. Pemprov DKI, misalnya, membatalkan pembebasan 118 bidang lahan untuk normalisasi sungai senilai Rp 160 miliar pada APBD-Perubahan tahun 2019.

    Namun, Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta tak mendapat dukungan dari partai lain untuk menggunakan hak interpelasi terhadap Anies soal penanganan banjir. Justin Adrian Untayana mengatakan, tidak ada kabar dari fraksi-fraksi yang sudah diajak bicara. "Gayung tak bersambut sepertinya," kata dia saat dihubungi, Selasa, 16 Maret 2021.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.