Luhut Bakal Hadir Langsung Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Besok Pagi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada Agustus, Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Presiden Nomor 60/2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional. Kebijakan ini turut menetapkan 15 danau prioritas. Luhut Binsar Pandjaitan kembali ditunjuk sebagai pemimpin. Kali ini jabatannya adalah Ketua Dewan Pengarah Tim Penyelamatan Danau Prioritas Nasional. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

    Pada Agustus, Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Presiden Nomor 60/2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional. Kebijakan ini turut menetapkan 15 danau prioritas. Luhut Binsar Pandjaitan kembali ditunjuk sebagai pemimpin. Kali ini jabatannya adalah Ketua Dewan Pengarah Tim Penyelamatan Danau Prioritas Nasional. ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan datang ke Polda Metro Jaya pada esok hari, Senin, 27 September 2021. Dia akan diminta klarifikasi oleh penyidik atas laporannya terhadap Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.

    "Besok, pukul 8.30 di Krimsus (Direktorat Kriminal Khusus)," kata kuasa hukum Luhut, Juniver Girsang saat dihubungi, Ahad, 26 September 2021.

    Juniver mengatakan kliennya akan datang langsung untuk diperiksa atau tidak hanya diwakili kuasa hukum. "Itulah hebatnya dia, mana pernah pejabat datang sendiri. Luhut sendiri datang mengklarikasi dan dibuat berita acara."

    Luhut Binsar Pandjaitan resmi melaporkan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 22 September 2021. Mereka disangka telah melakukan pencemaran nama baik, pemberitaan bohong, dan atau menyebarkan fitnah.

    Dugaan tindak pidana disebut terdapat dalam video berjudul Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!. Video tersebut diunggah di akun Youtube Haris Azhar.

    Dalam video itu, Haris dan Fatia membahas hasil riset sejumlah organisasi, seperti KontraS, Walhi, Jatam, YLBHI, Pusaka tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI AD di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah Blok Wabu di Intan Jaya, Papua. Salah satu yang diduga terlibat adalah PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group yang sahamnya dimiliki Luhut.

    Baca juga: Kubu Luhut Buka Peluang Berdamai dengan Haris, Begini Syaratnya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.