Otak Pembunuhan Ustad di Tangerang Seorang Pengusaha Angkutan yang Sakit Hati

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat mengatakan tersangka utama pembunuhan ustad Armand alias Alex di Tangerang adalah pengusaha berinisial M. Hal ini terungkap setelah polisi melakukan penangkapan terhadap M dan dua eksekutor penembakan tersebut yang berinisial K dan S.

    "Iya dia pengusaha angkutan umum," ujar Ade di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 28 September 2021.

    Ade mengatakan, M menjadi dalang pembunuhan Alex karena merasa sakit hati istrinya pernah ditiduri oleh Alex 11 tahun lalu. Alex melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut dengan dalih pengobatan tradisional. 

    "Tindakan itu dilakukan di rumah M saat dia tidak ada tempat," ujar Ade. 

    M yang baru mengetahui hal itu merasa sakit hati dan menghubungi seseorang berinisial Y untuk mencarikan pembunuh bayaran. Ia kemudian dikenalkan dengan dua eksekutor berinisial K dan S.

    M membayar K dan S sebesar Rp50 juta untuk melakukan penembakan terhadap Alex. Sedangkan Y dibayar Rp 10 juta atas jasanya mengenalkan kepada kedua eksekutor. 

    "M juga memberikan senjata api kepada kedua eksekutor," ujar Ade. 

    Peristiwa penembakan ustad ini terjadi pada Ahad, 19 September 2021. Akibat peristiwa itu, Alex terluka di bagian pinggang dan meninggal saat dilarikan ke rumah sakit. Penembakan terjadi saat pria yang kerap disapa Ustad Alex ini baru saja pulang dari ibadah Salat Maghrib di Masjid Nuryaqin di dekat rumahnya.

    Ahmad Mangku, Ketua Rukun Warga 05 Kelurahan Kunciran, Tangerang berkisah, petang itu setelah Salat Maghrib ia dan Armand pulang ke rumah masing-masing. "Saat itu Ustad Alex berjalan ke arah rumahnya berdua dengan anaknya," kata dia di Kunciran, Ahad, 19 September 2021.

    Tak berapa terdengar bunyi letusan senjata yang sangat nyaring. "Kedengaran sampai jarak 400 meter," kata Ahmad.

    Berbarengan dengan suara letusan senjata itu terdengar teriakan. "Saya kena tembak, saya kena tembak." Ternyata itu adalah teriakan dari Alex yang roboh bersimbah darah.

    Kedua pelaku pembunuhan berencana itu langsung kabur. Warga setempat berdatangan ke lokasi dan mencoba memberi pertolongan kepada ustad Alex. Namun pria itu meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. 

    Baca juga: Pembunuhan Anggota TNI di Cimanggis, Polisi: Habis Berantem di Rumah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.