Divonis 10 Bulan Penjara, Jumhur Hidayat Ajukan Banding

Reporter

Jumhur Hidayat ditemui awak media setelah mendengarkan putusan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 11 November 2021. Tempo/M Yusuf Manurung

TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis buruh Jumhur Hidayat mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memvonis dirinya hukuman penjara 10 bulan. Banding dilayangkan ke Pengadilan Tinggi Jakarta.

“Kami ajukan banding kemarin (17/11),” ujar Koordinator Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Oky Wiratama, Kamis, 18 November 2021. TAUD merupakan tim kuasa hukum Jumhur yang terdiri atas pengacara publik LBH Jakarta dan Lokataru.

Oky menjelaskan selama menempuh banding tim advokasi masih mendampingi Jumhur Hidayat sebagai penasihat hukum. Saat ditanya mengenai pertimbangan banding, ia menyatakan belum bisa menyampaikan isi memori banding atas putusan PN Jakarta Selatan.

“Pertimbangannya belum bisa saya sampaikan di sini, karena belum membuat memori bandingnya. Masih akta pernyataan banding saja,” ujarnya. Meskipun mengajukan banding, Jumhur sampai saat ini tetap menjalani hukuman sebagai tahanan rumah sebagaimana putusan majelis hakim PN Jakarta Selatan. 

Majelis hakim PN Jakarta Selatan memvonis Jumhur Hidayat 10 bulan penjara. Namun ia tidak perlu dikurung karena masalah kesehatan.

Jumhur telah menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri selama sekitar 7 bulan. Dengan demikian, masa hukumannya tersisa 3 bulan.

Usai mendengar putusan hakim, Jumhur menyatakan tidak puas terhadap putusan hakim. Ia berharap dapat bebas murni karena unggahannya di akun Twitter pribadi merupakan kritik terhadap kebijakan. Jumhur Hidayat terjerat kasus pidana setelah pada Oktober 2020 mengunggah cuitan yang mengkritik Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Baca juga: Divonis Bersalah tapi Tak Ditahan, Jumhur Hidayat: Saya Mau Bebas Murni






Narasi Laporkan Serangan Digital ke Mabes Polri, AJI: Semoga Tidak Mangkrak

3 jam lalu

Narasi Laporkan Serangan Digital ke Mabes Polri, AJI: Semoga Tidak Mangkrak

Tim hukum Narasi bersama LBH Pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Safenet, telah melaporkan serangan digital ke Mabes Polri


Wamenkumham Eddy Hiariej Bantah Soal Karpet Merah bagi Koruptor Melalui Remisi dan Pembebasan Bersyarat

4 jam lalu

Wamenkumham Eddy Hiariej Bantah Soal Karpet Merah bagi Koruptor Melalui Remisi dan Pembebasan Bersyarat

Mengapa Kementerian Hukum dan HAM memberikan remisi dan pembebasan bersyarat secara massal kepada terpidana korupsi?


Breaking News: Bareskrim Tahan Putri Candrawathi

9 jam lalu

Breaking News: Bareskrim Tahan Putri Candrawathi

Putri Candrawathi ditahan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan fisik dan mental di Bareskrim hari ini.


Putri Candrawathi Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Bareskrim

10 jam lalu

Putri Candrawathi Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Bareskrim

Putri Candrawathi keluar dari ruang kesehatan Bareskrim Mabes Polri pukul 12.48 WIB. Ia mengenakan blazer biru muda dan tampak terus tertunduk.


Putri Candrawathi Hari ini Datangi Bareskrim untuk Wajib Lapor

12 jam lalu

Putri Candrawathi Hari ini Datangi Bareskrim untuk Wajib Lapor

Arman tidak menjelaskan pukul berapa Putri Candrawathi tiba di Bareskrim. Namun ia membenarkan Putri sudah di dalam Bareskrim.


Putri Candrawathi Jalani Wajib Lapor Hari Ini, Febri Diansyah: Komitmen Penuhi Kewajiban Hukum

13 jam lalu

Putri Candrawathi Jalani Wajib Lapor Hari Ini, Febri Diansyah: Komitmen Penuhi Kewajiban Hukum

Febri Diansyah mengatakan akan mendampingi Putri Candrawathi saat melakukan wajib lapor di Bareskrim pada hari ini.


Mabes Polri Bilang Bareskrim Tak Temukan Adanya Konsorsium 303

16 jam lalu

Mabes Polri Bilang Bareskrim Tak Temukan Adanya Konsorsium 303

Konsorsium 303 disebut-sebut sebagai jaringan judi online yang diduga melibatkan Ferdy Sambo serta pejabat tinggi Polri.


Mabes Polri Ungkap 612 Kasus Judi Online Sepanjang 2022

16 jam lalu

Mabes Polri Ungkap 612 Kasus Judi Online Sepanjang 2022

Tidak hanya pidana judinya, pelaku serta bandar judi online juga dijerat pasal pencucian uang.


Dugaan Konsorsium 303, Polri Sebut Hasil Penyelidikan Sementara Bareskrim Tak Ditemukan

1 hari lalu

Dugaan Konsorsium 303, Polri Sebut Hasil Penyelidikan Sementara Bareskrim Tak Ditemukan

Konsorsium 303 menjadi sorotan seiring berkembangnya kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.


Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

2 hari lalu

Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

Bareskrim Mabes Polri sedang menyidik empat perkara robot trading yang merugikan korban hingga Rp 25 Miliar.