DPRD DKI Minta Anies Gandeng Swasta Bangun Tanggul Raksasa di Utara Jakarta

Sejumlah warga mengunjungi Pantai Maju Bersama di Pulau D Reklamasi, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Rabu, 11 November 2020. Pulau reklamasi D kerap didatangi warga untuk berolahraga dan berwisata kuliner. ANTARA/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggandeng swasta sebagai donatur untuk proyek pembangunan national capital integrated coastal development (NCICD) alias tanggul raksasa di pesisir Jakarta.

Hal ini untuk menyiasati minimnya anggaran pembangunan proyek tersebut pada APBD 2022.   

"Pembangunan tanggul pengaman pantai anggarannya di tahun 2022 itu hanya Rp104 miliar, ini kan memang sedikit, Pemda bisa mencari solusi non-APBD," ujar Ida saat dikonfirmasi, Senin, 6 Desember 2021.   

Ida menerangkan, pembangunan tanggul raksasa ini sangat dibutuhkan masyarakat pesisir Jakarta untuk mencegah banjir rob kembali terjadi. Namun melihat kondisi keuangan APBD 2022, sulit untuk terus melanjutkan pembangunan tanggul raksasa tersebut tepat waktu.   

Sehingga, salah satu cara yang disarankan dewan adalah mencari pendanaan melalui CSR atau lewat denda koefisien lantai bangunan (KLB) bangunan di Jakarta. Cara ini pernah dipakai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok untuk membangun Simpang Susun Semanggi.   

"Menurut saya ini pasti bisa kalau Pak Gubernurnya mau, niat Pak Gubernur melihat anggaran dan keuangan kita memang sangat sulit," kata Ida.   

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memulai pembangunan 120 kilometer tanggul untuk mengatasi penurunan muka tanah di sisi utara Jakarta dan banjir rob.  

Pembangunan Fase A sepanjang 48,4 kilometer dilakukan di Pesisir Utara Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berdasarkan tingkat kerawanan atau penurunan permukaan tanah.  

Awalnya, proyek ini menjadi kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan swasta. Akan tetapi, kebijakan ini harus direvisi setelah DKI membatalkan proyek pulau reklamasi.  

Sehingga perusahaan swasta, BUMN dan BUMD yang sebelumnya mendapat jatah pulau reklamasi tak bisa lagi diberikan tanggung jawab membangun tanggul di pesisir pantai.   

Kementerian PUPR dan pemerintah DKI kemudian berbagi jatah pembangunan tanggul tahap satu, masing-masing 20,9 kilometer dan 27,5 kilometer.  

Pemprov DKI di bawah Gubernur Anies Baswedan baru merampungkan tanggul sepanjang di pesisir Muara Angke, Sunda Kelapa, dan Kali Blecong yang total anggarannya Rp 59 miliar.  

M JULNIS FIRMANSYAH 

Baca juga: Sumur Resapan Dihapus, PDIP Dorong Normalisasi Sungai dan Tanggul Pantai Utara






Bangunan MTsN 19 Lebih Rendah dari Jalanan, Menag Yaqut: Butuh Arsitek Khusus

8 menit lalu

Bangunan MTsN 19 Lebih Rendah dari Jalanan, Menag Yaqut: Butuh Arsitek Khusus

Menag Yaqut mengatakan bangunan MTsN 19 Jakarta terletak lebih rendah dari badan jalan. DIa menyebut butuh arsitek khusus untuk memperbaiki bangunan.


Anies Baswedan Bertemu AHY, Koalisi Partai Demokrat, Partai NasDem dan PKS Disebut Sudah 90 Persen

17 menit lalu

Anies Baswedan Bertemu AHY, Koalisi Partai Demokrat, Partai NasDem dan PKS Disebut Sudah 90 Persen

Pertemuan Anies Baswedan dengan AHY disebut membuat koalisi Partai Demokrat, Partai NasDem dan PKS sudah 90 persen terwujud.


Anies Baswedan Belum Dideklarasikan Sebagai Capres, Ini Penjelasan Partai Demokrat

1 jam lalu

Anies Baswedan Belum Dideklarasikan Sebagai Capres, Ini Penjelasan Partai Demokrat

Partai Demokrat mempersilakan Anies Baswedan untuk bertemu dengan partai calon koalisi lainnya sebelum menggelar deklarasi.


Anies Baswedan Minta Doa ke Warga Kampung Gembira Gembrong: Semoga Husnulkhatimah

1 jam lalu

Anies Baswedan Minta Doa ke Warga Kampung Gembira Gembrong: Semoga Husnulkhatimah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta doa kepada warga Kampung Gembira Gembrong lantaran tugasnya di Ibu Kota selesai sebentar lagi


Sudah Hujan Tiap Hari, Tak Perlu Tunggu Januari untuk Banjir di Jakarta Meluas

1 jam lalu

Sudah Hujan Tiap Hari, Tak Perlu Tunggu Januari untuk Banjir di Jakarta Meluas

Peneliti di BRIN menerangkan bahwa puncak musim hujan 2022 di Indonesia wilayah barat pada Oktober-November ini.


Akibat Tembok Roboh, MTsN 19 Jakarta Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

1 jam lalu

Akibat Tembok Roboh, MTsN 19 Jakarta Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

Tiga orang siswa MTsN 19 Jakarta tewas akibat tertimpa tembok roboh karena banjir


Resmikan Kampung Gembira Gembrong, Anies Baswedan: Saya Saksi di Akhir Masa Tugas

1 jam lalu

Resmikan Kampung Gembira Gembrong, Anies Baswedan: Saya Saksi di Akhir Masa Tugas

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga di Kampung Gembira Gembrong juga menjaga rasa persaudaraan dengan tetangga


Siswa Meninggal Saat Banjir, Pakar: Perlu Ada Materi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

1 jam lalu

Siswa Meninggal Saat Banjir, Pakar: Perlu Ada Materi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

Pengamat pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jejen Musfah menyebut pentingnya sekolah dan madrasah memulai edukasi pendidikan bencana seperti banjir.


Politikus PDIP Sebut Anies Baswedan Sepelekan Korban Banjir

2 jam lalu

Politikus PDIP Sebut Anies Baswedan Sepelekan Korban Banjir

Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak menyatakan Anies Baswedan menyepelekan korban banjir dengan mengatakan indikator utama adalah tak ada korban jiwa.


Banjir Datang, Hati-hati Penyakit Menular Serbu Anak-anak dan Ibu Hamil

2 jam lalu

Banjir Datang, Hati-hati Penyakit Menular Serbu Anak-anak dan Ibu Hamil

Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak cenderung terpapar dari bahan kimia dan organisme setelah banjir. Waspada penyakit menular saat banjir.