Cek Grup WA, Polisi Sebut Hanya Joseph Suryadi yang Menghina Nabi Muhammad

Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pemeriksaan terhadap tersangka penodaan agama, Joseph Suryadi, oleh penyidik Kepolisan Daerah Metro Jaya masih berlanjut hingga hari ini. Joseph ditangkap polisi karena ulahnya menyebarkan meme bernada penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. 

Dari hasil pemeriksaan grup aplikasi WhatsApp tempat Joseph menyebarkan konten berisi hinaan tersebut, polisi tidak menemukan adanya anggota grup yang memberikan tanggapan. 

"Hanya dia (joseph) yang memprovokasi gitu. Tapi yang lain tidak menanggapi, ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan saat dihubungi, Ahad, 19 Desember 2021. 

Zulpan menerangkan pihaknya saat inj fokus menyelidiki motif Joseph melakukan tindakan tersebut. Sampai hari ini, dia masih ditahan oleh penyidik untuk diperiksa. 

Tudingan Joseph melakukan penistaan terhadap Nabi ini bermula dari unggahan tangkapan layar aplikasi percakapan grup WhatsApp. Dalam tangkapan layar itu, sebuah nomor yang diduga milik Joseph mengirimkan gambar karikatur dengan kalimat yang bernada penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Netizen pun ramai-ramai mengomentari unggahan itu hingga tagar #TangkapJosephSuryadi menjadi trending di Twitter beberapa hari terakhir. Foto seorang pria yang diduga merupakan Joseph pun diunggah oleh salah satu akun media sosial untuk mengungkap identitas Joseph Suryadi.

Hingga pada 14 Desember 2021, Joseph ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Zulpan menjelaskan, penyidik memiliki dua alat bukti yang sah untuk menetapkan Joseph Suryadi sebagai tersangka. "Penyidik akan melengkapi berkas sehingga dalam waktu tak lama bisa lanjut ke pengadilan," katanya.

Untuk pengungkapan kasus ini, polisi menyita satu bundel tangkapan layar pembicaraan di grup WhatsApp yang dianggap menistakan agama, satu buah flashdisk dan satu telepon seluler.

Dalam perkara ini, Joseph Suryadi dikenakan Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 156 KUHP dan atau 156 huruf a KUHP. "Ancaman hukuman 6 tahun penjara," tutur Zulpan.

M JULNIS FIRMANSYAH

Baca juga:

Polisi Temukan Telepon Seluler Joseph Suryadi yang Disembunyikan






Polda Metro Jaya Pelajari Kasus Bus Transjakarta Diduga Tabrak Lari Pelajar SMK di Ciputat

2 jam lalu

Polda Metro Jaya Pelajari Kasus Bus Transjakarta Diduga Tabrak Lari Pelajar SMK di Ciputat

Polres Tangerang Selatan telah menyerahkan perkara bus Transjakarta diduga tabrak lari siswa SMK ini ke Polda Metro Jaya.


Top 3 Metro: Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka Mahasiswa UI, Bukti Kepemilikan Tanah Bripka Madih

9 jam lalu

Top 3 Metro: Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka Mahasiswa UI, Bukti Kepemilikan Tanah Bripka Madih

Berdasarkan hasil rekonstruksi tabrakan mahasiswa UI Hasya Athallah Saputra, polisi juga menemukan bukti baru.


Kasus-Kasus yang Dibatalkan Status Tersangkanya

11 jam lalu

Kasus-Kasus yang Dibatalkan Status Tersangkanya

Status Muhammadiyah Hasya sebagai tersangka akhirnya dibatalkan oleh Polda Metro Jaya. Selain Hasya, polisi juga pernah membatalkan status tersangka dalam sejumlah kasus lainnya.


Polda Metro Pastikan Fortuner yang Tabrak Lari Ojol di Jaktim Bukan Mobil Dinas Polri

16 jam lalu

Polda Metro Pastikan Fortuner yang Tabrak Lari Ojol di Jaktim Bukan Mobil Dinas Polri

Polda Metro Jaya menyebut pelat nomor Polri yang terpasang di Toyota Fortuner, yang diduga tabrak lari sopir Ojol di Pulogadung, pelat nomor palsu


Dikonfrontir, Bripka Madih Peluk dan Minta Maaf pada Penyidik yang Disebut Lakukan Pemerasan

1 hari lalu

Dikonfrontir, Bripka Madih Peluk dan Minta Maaf pada Penyidik yang Disebut Lakukan Pemerasan

Konfrontasi ini juga membahas soal laporan dari orang tua Bripka Madih atas dugaan penyerobotan tanah pada 2011.


Hasil Rekonstruksi Kasus Tabrakan Mahasiswa UI: Ada Bukti Baru, Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka

1 hari lalu

Hasil Rekonstruksi Kasus Tabrakan Mahasiswa UI: Ada Bukti Baru, Polisi Akui Salah Prosedur Penetapan Tersangka

Polda Metro Jaya membeberkan hasil rekonstruksi kasus tabrakan mahasiswa UI. Hasilnya ditemukan bukti baru dan adanya kesalahan prosedur.


Polda Metro Sebut Balap Liar Masih Marak di Jaksel Meski Sudah Ada Ajang Street Race

1 hari lalu

Polda Metro Sebut Balap Liar Masih Marak di Jaksel Meski Sudah Ada Ajang Street Race

Aksi balap liar tersebut masih terjadi padahal Polda Metro telah membuat ajang Street Race yang ditujukan mewadahi para pelaku balap liar di Ibu Kota.


Polisi Pastikan Pelajar Korban Tabrak Lari di Ciputat Tewas Akibat Bus Transjakarta

2 hari lalu

Polisi Pastikan Pelajar Korban Tabrak Lari di Ciputat Tewas Akibat Bus Transjakarta

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kota Tangerang Selatan memastikan telah mengantongi identitas pelaku tabrak lari Agam Aryo Nugroho seorang pelajar berusia 18 tahun di Ciputat. Mereka memastikan jika terduga pelaku merupakan sopir TransJakarta.


Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Sony Rizal di Depok Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

2 hari lalu

Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Sony Rizal di Depok Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Pelimpahan kasus pembunuhan sopir taksi online Sony Rizal ke Polda Metro Jaya bertujuan untuk mempermudah proses pengungkapan.


Kasus Bripka Madih Ditangani Adik Andika Perkasa, Ini Profil Kombes Fransiskus Xaverius Bhirawa Braja Paksa

2 hari lalu

Kasus Bripka Madih Ditangani Adik Andika Perkasa, Ini Profil Kombes Fransiskus Xaverius Bhirawa Braja Paksa

Bripka Madih viral karena mengaku diperas sesama polisi. Kabidpropam Polda Metro Jaya Kombes Fransiskus Xaverius Bhirawa Braja Paksa punya versi lain