Jumhur Hidayat Hingga Anton Permana, Para Aktivis KAMI yang Divonis Bersalah

Reporter

Sejumlah massa menghadiri acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2020. Dalam deklarasi ini sejumlah tokoh juga hadir dan ikut menjadi deklarator maklumat menyelamatkan Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman selama 10 bulan penjara terhadap deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Anton Permana, dalam perkara ujaran kebencian dan Undang-undang (UU) ITE.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan Anton Permana terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang tidak benar berkaitan dengan sejumlah kiriman di media sosial. "Menjatuhkan hukuman penjara selama 10 bulan dikurangi masa tahanan. Menyatakan terdakwa Anton telah terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana, menyebarkan informasi atau kabar yang tidak benar," ujar Ketua Majelis Hakim, Nazar saat membacakan putusan, Senin, 23 Mei 2022.

Putusan Anton Permana ini menambah daftar tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang dikenal sebagai oposan pemerintah, yang menjadi terpidana. Sebelumnya ada nama Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan.

Jumhur Hidayat

Pada 14 Oktober 2020, dua aktivis KAMI, yakni Jumhur Hidayat dan Syahganda Naoinggolan, ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dituding telah merencanakan untuk menghasut dan menyebarkan ujaran kebencian berdasar SARA melalui Twitter. Hasutan tersebut kemudian dinilai menjadi pemicu terjadinya aksi anarkis saat unjuk rasa UU Cipta Kerja berlangsung.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan lalu memvonis 10 bulan penjara untuk Jumhur Hidayat. Hakim menilai Jumhur tidak terbukti melakukan pidana seperti dalam dakwaan primer dan subsider yang dibuat jaksa penuntut umum. Namun hakim menyatakan Jumhur membuat siaran tidak lengkap yang patut diduga akan menerbitkan keonaran.

Meski dinyatakan bersalah, Jumhur tidak ditahan karena vonis itu sudah dikurangi masa tahanan yang telah dijalaninya.

Syahganda Nainggolan

Hakim Pengadilan Negeri Kota Depok, pada Kamis, 29 April 2021, menyatakan Syahganda Nainggolan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap. Sama seperti Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan divonis 10 bulan penjara.

Seperti diketahui, Syahganda Nainggolan ditangkap polisi di rumahnya, Depok, Jawa Barat pada Selasa pagi, 13 Oktober 2020. Tokoh KAMI ini ditangkap karena diduga melanggar UU ITE dengan cara menyebarkan provokasi hingga menyulut demo RUU Cipta Kerja rusuh September 2020.

Baca juga: Hukuman Anton Permana Lebih Ringan dari Tuntutan, Ini Kata Jaksa Penuntut






Ahmad Sahroni Laporkan Lagi Adam Deni, Polisi: Kasus Ini Masih Didalami

3 hari lalu

Ahmad Sahroni Laporkan Lagi Adam Deni, Polisi: Kasus Ini Masih Didalami

Ahmad Sahroni melaporkan Adam Deni dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan/atau fitnah serta ujaran kebohongan.


Indonesia Police Watch: Polresta Serang Tak Boleh Kalah dari Nikita Mirzani

6 hari lalu

Indonesia Police Watch: Polresta Serang Tak Boleh Kalah dari Nikita Mirzani

IPW menilai seharusnya Nikita MIrzani sebagai terlapor taat hukum dengan cara memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa, bukan malah melawan.


KNPI Jakarta Desak Pemerintah Provinsi DKI Cabut Izin Usaha Holywings Indonesia

8 hari lalu

KNPI Jakarta Desak Pemerintah Provinsi DKI Cabut Izin Usaha Holywings Indonesia

Sekretaris KNPI DKI Jakarta Muhammad Akbar Supratman, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut izin usaha Holywings.


Kondisi Holywings Malam Ini setelah Promo Minuman untuk Muhammad dan Maria, Ada Rantai dan Gembok

8 hari lalu

Kondisi Holywings Malam Ini setelah Promo Minuman untuk Muhammad dan Maria, Ada Rantai dan Gembok

Outlet Holywings Indonesia di sejumlah lokasi terlihat masih ditutup hingga malam akhir pekan ini, Sabtu, 25 Juni 2022.


Mengapa Promo Minuman Alkohol Holywings Sasar Nama Muhammad dan Maria, Polisi Sedang Selidiki

9 hari lalu

Mengapa Promo Minuman Alkohol Holywings Sasar Nama Muhammad dan Maria, Polisi Sedang Selidiki

Polisi belum menetukan tersangka baru dalam kasus promo yang dikeluarkan Holywings Indonesia. Promo itu memberikan botol minuman beralkohol gratis bagi yang bernama Muhammad dan Maria.


Segel Tempat Spa Penyelenggara 'Bungkus Night', Polisi: Bau Ajakan Pornografi

14 hari lalu

Segel Tempat Spa Penyelenggara 'Bungkus Night', Polisi: Bau Ajakan Pornografi

Polisi menyegel tempat spa dan pijat yang menyelenggarakan acara 'Bungkus Night' di Jakarta Selatan yang viral di media sosial.


Ungkap Peran 5 Tersangka 'Bungkus Night', Polisi: Artinya Hubungan Intim

14 hari lalu

Ungkap Peran 5 Tersangka 'Bungkus Night', Polisi: Artinya Hubungan Intim

Polisi telah menetapkan lima orang tersangka dari kasus viral di media sosial bertajuk 'Bungkus Night'.


Eks Napi Kasus UU ITE Jadi Tamu VVIP di Deklarasi Anies Baswedan

16 hari lalu

Eks Napi Kasus UU ITE Jadi Tamu VVIP di Deklarasi Anies Baswedan

Panitia deklarasi menyebut Jamran sebagai perwakilan dari Anies Baswedan


Polisi Selidiki Bocornya Surat Penetapan Tersangka Nikita Mirzani

16 hari lalu

Polisi Selidiki Bocornya Surat Penetapan Tersangka Nikita Mirzani

Wakapolres Serang Kota menyatakan hingga saat ini belum menetapkan Nikita Mirzani sebagai tersangka. Kebocoran dokumen akan diselidiki.


Polres Serang Kota Bantah Tetapkan Nikita Mirzani Jadi Tersangka

16 hari lalu

Polres Serang Kota Bantah Tetapkan Nikita Mirzani Jadi Tersangka

Polisi membantah telah menetapkan Nikita Mirzani sebagai tersangka. Surat penetapan tersangka tersebar di Grup Whatsapp dan media sosial.