Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Iko Uwais Segera Masuk Gelar Perkara

Iko Uwais saat berbagi cerita dengan wartawan terkait keterlibatannya dalam film Hollywood bertajuk Stuber di Eicentrum Cinema XXI, Jakarta, Senin malam, 24 Juni 2019. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Iko Uwais terhadap seorang desainer interoir bakal segera masuk gelar perkara usai pemeriksaan Audy Item. 

Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota telah memeriksa sebanyak enam saksi dalam kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh aktor Iko Uwais dan adiknya,  Firmansyah kepada seorang desainer interior Rudi.

"Kalau memang berkembang, kita akan panggil saksi lainnya," kata Komisaris Ivan Adhitira kepada wartawan, Selasa, 21 Juni 2022.

Saksi keenam adalah Audy Item, yang merupakan istri dari Iko Uwais. Semua keterangan saksi yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan akan dianalisis sebelum penyidik melakukan gelar perkara. Adapun gelar perkara untuk menentukan apakah kasusnya bisa naik ke penyidikan atau tidak.

"Untuk Mba Audy sendiri, kita beri 14 pertanyaan," ucap Ivan.

Sementara itu, Audy menampik bahwa terjadi pengeroyokan atau pemukulan seperti yang dilaporkan. Ia menyebut, aksi suaminya murni dilakukan untuk membela diri. Meski demikian, pihaknya tetap membuka peluang kasus itu diselesaikan secara baik-baik.

"Pokoknya kita upayakan yang terbaik, kita juga kooperatif di sini, untuk semuanya agar cepat selesai permasalahannya," kata Audy.

Sebelumnya, Iko Uwais menawarkan jalan damai untuk penyelesaian kasus ini. Iko berharap proses perjalanan kasusnya dapat berjalan dengan lancar bahkan kalau bisa berjabat tangan.

Pemain film The Raid itu mengaku  sebenarnya tak ingin kasusnya merembet hingga ke kepolisian. "Bisa merepotkan, yang harusnya bisa berkumpul sama keluarga, saya juga harusnya berkumpul sama keluarga. Sekarang akhirnya agak sedikit merepotkan," ujar dia dalam keterangannya usai diperiksa di Polres Metro Bekasi tadi malam, Jumat, 17 Juni 2022.

Iko berharap tidak ada lagi perselisihan di antara pelapor Rudi dan keluarganya, serta berharap agar tidak ada lagi masalah seperti yang sedang dihadapinya sekarang.

"Saya sangat prihatin mudah-mudahan dari saya ke depannya tidak ada lagi kejadian seperti ini. Saya cinta damai, yang temen-teman harapkan itu harapan kita juga. Doain yang terbaik," kata Iko.

Kasus ini bermula dari laporan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor LP/B/1737/VI/2022/SPKT: Sat Reskrim/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya pada Ahad, 12 Juni 2022.

Namun hingga kemarin, Polres Metro Bekasi Kota belum menerima pengajuan mediasi dari Iko Uwais terhadap desainer interior bernama Rudi. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Ivan Adhitira mengatakan kasus ini masih berproses.

"Kami belum mendapatkan permintaan dari kedua belah pihak untuk difasilitasi mediasi," kata Ivan Adhitira saat dihubungi pada Senin, 20 Juni 2022

ADI WARSONO | ARRIJAL RACHMAN






Ahli Waris Duduki Jalan Tol Jatikarya Bekasi Tuntut Pembayaran Ganti Rugi, Akses Jalan Lumpuh

4 jam lalu

Ahli Waris Duduki Jalan Tol Jatikarya Bekasi Tuntut Pembayaran Ganti Rugi, Akses Jalan Lumpuh

Sekelompok orang memblokade Jalan Tol Cibitung-Cimanggi ruas Jatikarya, Kota Bekasi, Rabu, 8 Februari 2023. Tuntut pembayaran ganti rugi.


Polisi Tangkap Driver Ojek Online yang Tonjok Pramusaji RamenYa Lipp Mall karena Salah Kasih Orderan

7 jam lalu

Polisi Tangkap Driver Ojek Online yang Tonjok Pramusaji RamenYa Lipp Mall karena Salah Kasih Orderan

Driver ojek online yang aniaya karyawan RamenYa itu terancam hukuman penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.


Polisi Ungkap Kendala Memburu Ibu Terduga Pelaku Penelantaran Anak di Depok

14 jam lalu

Polisi Ungkap Kendala Memburu Ibu Terduga Pelaku Penelantaran Anak di Depok

RV, 12 tahun, diduga menjadi korban penganiayaan dan penelantaran anak oleh ibunya sendiri. Ia ditemukan denan tubuh penuh luka


Kasus-Kasus yang Dibatalkan Status Tersangkanya

14 jam lalu

Kasus-Kasus yang Dibatalkan Status Tersangkanya

Status Muhammadiyah Hasya sebagai tersangka akhirnya dibatalkan oleh Polda Metro Jaya. Selain Hasya, polisi juga pernah membatalkan status tersangka dalam sejumlah kasus lainnya.


Polisi Buru Ibu Kandung Penelantaran dan Penganiayaan Anak di Depok

1 hari lalu

Polisi Buru Ibu Kandung Penelantaran dan Penganiayaan Anak di Depok

Polres Depok masih memburu ibu kandung korban yang diduga melakukan penganiayaan dan penelantaran terhadap RV, 14 tahun.


Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Sony Rizal di Depok Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

2 hari lalu

Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Sony Rizal di Depok Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Pelimpahan kasus pembunuhan sopir taksi online Sony Rizal ke Polda Metro Jaya bertujuan untuk mempermudah proses pengungkapan.


Ketua RW Ungkap Sifat Arogansi Bripka Madih, yang Sering Meneror Tetangganya

3 hari lalu

Ketua RW Ungkap Sifat Arogansi Bripka Madih, yang Sering Meneror Tetangganya

Bripka Madih adalah Provost Polsek Jatinegara yang mengaku diperas oleh anggota Polda Metro Jaya saat melaporkan kasus penyerobotan tanahnya.


Remaja 18 Tahun jadi PSK di Bekasi, Ditusuk 3 Kali oleh Pelanggannya

4 hari lalu

Remaja 18 Tahun jadi PSK di Bekasi, Ditusuk 3 Kali oleh Pelanggannya

Korban yang merupakan seorang PSK berkenalan dengan pelaku lewat aplikasi Michat


Bripka Madih Sebut Penyidik Polisi Minta Uang Pelicin, Polda Metro Jaya: Ayahnya Telah Jual Tanah

4 hari lalu

Bripka Madih Sebut Penyidik Polisi Minta Uang Pelicin, Polda Metro Jaya: Ayahnya Telah Jual Tanah

Polda Metro Jaya akan mempertemukan penyidik kepolisian dengan Anggota Provos Polsek Jatinegara perihal dugaan pemerasan.


Lingkaran Pertemanan dan Keluarga Jadi Korban Pembunuhan Berantai Wowon Duloh

5 hari lalu

Lingkaran Pertemanan dan Keluarga Jadi Korban Pembunuhan Berantai Wowon Duloh

Para korban pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon dan Duloh adalah orang-orang terdekat mereka. Keluarga dan teman dari keluarga mereka.