Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polda Banten Tangkap 2 WNA Iran, Sindikat Penadah dan Kanibalisasi Motor Tujuan Ekspor

image-gnews
Ilustrasi rem cakram sepeda motor. Januari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto
Ilustrasi rem cakram sepeda motor. Januari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto
Iklan

TEMPO.CO, Tangerang - Polda Banten menangkap dua warga negara asing (WNA) Iran yang terlibat sindikat penadah dan kanibalisasi motor tujuan ekspor. Keduanya, Baba (38) dan MK (62)  ditangkap penyidik Subdit Jatanras Ditkreskrimum Polda Banten karena diduga menjadi penadah sepeda motor bukan dari sumber resmi.  

Kepala Bidang Humas Polda Banten Komisaris Besar Shinto Silitonga mengatakan sindikat itu terungkap setelah polisi mencurigai transaksi dua unit motor yang mencurigakan. Dua unit motor itu adalah Honda PCX 160 CBS merah yang menggunakan nomor polisi palsu A-3133-JX  di Pandeglang dan Honda PCX 160 CBS merah tanpa pelat nomor di Benggala, Kota Serang

"Transaksi motor itu dilakukan tersangka MFR alias Robi (19)," kata Shinto, Kamis 21 Juli 2022. 

Menurut Shinto, Robi membeli dua motor itu dari AD Rp 20 juta per unit. AD kini masih buron. Sebelumnya Robi sudah 10 kali membeli sepeda motor berbagai merek dari AD. 

"Sumber dana untuk tiap transaksi berasal dari tersangka AH alias Baba, WN Iran yang sehari-hari tinggal di Ciracas, Jakarta Timur," kata Shinto. 

Robi menerima Rp21 juta dari Baba untuk setiap kali transaksi. Robi mendapatkan keuntungan Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta dalam setiap transaksi. "Tergantung negosiasi Robi dengan sumber motor itu," ujarnya. 

Sepeda motor itu lantas diserahkan kepada Baba di daerah Pasar Rebo. Motor tersebut dibawa ke gudang PT GSH di Ciracas, Jakarta Timur. Untuk setiap motor yang dibawa ke PT GSH, Baba menerima Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta dari Direktur PT GSH, MK.   

"Uang transaksi diterima secara transfer melalui rekening dari tersangka MK," ujar Shinto. 

Tersangka MK, yang berdomisili di Kalibata, Jakarta Selatan, adalah Direktur PT GSH, perusahaan berstatus penanaman modal asing yang bergerak di bidang usaha perdagangan besar motor baru, motor bekas dan suku cadangnya.

Berdasarkan data pengiriman dana oleh MK kepada Baba diketahui nilai transfer terhadap 10 unit motor tahun 2022 adalah sebagai berikut :

a. Honda Beat silver dengan modal Rp11,5 juta dan nilai transaksi Rp10,5 juta 

b. Honda Vario hitam dengan modal Rp19,5 juta dan nilai transaksi  Rp19 juta sebanyak 2 unit 

c. Honda Vario merah dengan modal Rp19,5 juta dan nilai transaksi Rp19 juta 

d. Honda Beat hitam dengan modal Rp11,5 juta dan nilai transaksi Rp10,5 juta 

e. Honda PCX hitam dengan modal Rp27 juga dan nilai transaksi Rp26 juta 

f. Honda PCX CBS hitam dengan modal Rp22 juta dan nilai transaksi Rp20,5 juta 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

g. Honda Vario ABS hitam dengan modal Rp22,5 juta dan nilai transaksi Rp21 juta 

h. Honda PCX 160 merah dengan modal Rp21,7 juta dan nilai transaksi Rp21 juta sebanyak 2 unit 

Motor Baru Dikanibalisasi dan Diekspor ke Iran 

Sepeda motor tahun terbaru ini dipreteli komponennya oleh MK. Suku cadang itu lantas diekspor ke Iran jika volume kendaraan sudah terkumpul.

"Pada saat penggeledahan, penyidik menemukan 43 unit motor yang telah dikanibalisasi komponennya," kata Shinto. 

Selain menyita 43 motor yang sudah dipreteli komponennya, polisi juga menemukan 3 unit motor yang masih utuh.

Jaringan penadah ini tak hanya menampung sepeda motor dari Pandeglang, Serang, Cilegon dan Tangerang, bahkan di luar Banten seperti di Bekasi, Depok, Bogor, hingga Tanggamus Lampung. Suku cadang hasil kanibalisasi itu ditransaksikan lintas negara. 

Perusahaan MK Seharusnya Bertransaksi dengan Pabrik atau Dealer Resmi

Unsur melawan hukum pidana dalam kasus ini adalah MK menjadi penadah motor yang tidak jelas sumbernya. Seharusnya, kata Shinto, MK bertransaksi dengan pabrik atau dealer resmi motor sebagai penyuplai barang. 

"Faktanya, perusahaan MK menerima motor dari sumber yang tidak resmi," kata Shinto. 

Kedua WN Iran serta Robi dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 481 KUHP jo Pasal 55 KUHP tentang tindak pidana penadahan barang hasil kejahatan secara bersama-sama dengan ancaman pidana 4 hingga 7 tahun penjara.

"Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten juga telah mengakomodir pemenuhan hak tersangka berkebangsaan asing yang dikenakan penahanan untuk menghubungi dan berbicara dengan perwakilan negaranya dalam menghadapi proses perkara sesuai Pasal 57 ayat (2) UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana," jelas Shinto. 

Polda Banten mengimbau pihak dealer, perusahaan finance yang membiayai 45 unit motor sesuai daftar penyitaan penyidik agar dapat menghubungi penyidik pada Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten untuk mengetahui histori transaksi dan pembiayaan pada masing-masing unit tersebut, sehingga diperoleh fakta lebih luas tentang jaringan sindikasi tersebut. 

JONIANSYAH HARDJONO

Baca juga: Alasan Polda Banten Lakukan Upaya Paksa Penangkapan Nikita Mirzani di Senayan City

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil KKP ungkap Kendala Ekspor Ke Uni Eropa

6 jam lalu

(dari kiri kedua) Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ishartini pada Konferensi Pers Langkah Baru Garda Pengawal ekonomi Biru. Di Media Center Gedung Mina Bahari 4 Kementerian Kelautan Perikanan, Jakarta. Kamis, 13 Juni 2024. (Foto: TEMPO/Mochamad Firly Fajrian)
Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil KKP ungkap Kendala Ekspor Ke Uni Eropa

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian KKP, Ishartini menjelaskan hal utama yang jadi kendala ekspor


Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Perikanan, KKP Dorong Eksportir Penuhi Sertifikasi Mutu

6 jam lalu

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP), Ishartini, saat konferensi pers mengenai Langkah Baru Garda Pengawal Ekonomi Biru di kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rabu, 13 Juni 2024. Foto/Mochamad Firly Fajrian
Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Perikanan, KKP Dorong Eksportir Penuhi Sertifikasi Mutu

KKP mendorong para stakeholder eksportir hasil laut untuk memenuhi sertifikasi mutu untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan yang akan diekspor


Furnitur Indonesia Catatkan Transaksi Rp 99,46 Miliar di Pameran INDEX Dubai 2024

15 jam lalu

Pameran furnitur. TEMPO/Seto Wardhana
Furnitur Indonesia Catatkan Transaksi Rp 99,46 Miliar di Pameran INDEX Dubai 2024

Furnitur Indonesia catat transaksi sebesar US$ 6,11 juta atau senilai Rp 99,46 miliar selama tiga hari pameran internasional INDEX 2024. Naik 454 persen dari tahun lalu.


Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

1 hari lalu

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan pabrik di Kabupaten Songchon, Korea Utara, 28 Februari 2024. KCNA via REUTERS
Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

Beberapa negara ini memiliki kebijakan visa yang sulit. Akibatnya negara tersebut sulit untuk dikunjungi wisatan atau pelancong.


Fakta Terbaru Bos Rental Mobil Dikeroyok hingga Tewas di Pati, Wilayah Sukolilo Disorot Netizen

1 hari lalu

Cuplikan video pembakaran mobil saat warga desa mengeroyok bos rental mobil di Pati, Jawa Tengah. Istimewa
Fakta Terbaru Bos Rental Mobil Dikeroyok hingga Tewas di Pati, Wilayah Sukolilo Disorot Netizen

Kejadian pengeroyokan ini bermula ketika bos rental mobil asal Jakarta itu melacak mobilnya ke wilayah Sukolilo bersama tiga rekannya.


Pemilu Iran Tak Akan Gunakan Sistem Pemungutan Suara Elektronik

2 hari lalu

Para pelayat mengibarkan bendera Iran saat menghadiri pemakaman para korban kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian dan lainnya, di Teheran, Iran, 22 Mei 2024. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Pemilu Iran Tak Akan Gunakan Sistem Pemungutan Suara Elektronik

Iran mengesampingkan kemungkinan menggunakan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu mendatang.


Netizen Sorot Desa Sukolilo Pati yang Disebut Sarang Penadah, Buntut Bos Rental Mobil Tewas Dikeroyok

2 hari lalu

Satreskrim Polresta Pati menggelar olah TKP di lokasi amuk massa yang menewaskan bos rental mobil di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. POLRESTA PATI
Netizen Sorot Desa Sukolilo Pati yang Disebut Sarang Penadah, Buntut Bos Rental Mobil Tewas Dikeroyok

Di media sosial X, nama desa Sukolilo menjadi trending topic karena dianggap sebagai desa penadah kendaraan bodong.


PT INKA Ekspor Gerbong Kereta ke Selandia Baru

2 hari lalu

Pembuatan gerbong kereta di pabrik PT Industri Kereta Api (INKA). TEMPO/Ishomuddin
PT INKA Ekspor Gerbong Kereta ke Selandia Baru

PT INKA (Persero) dan anak usahanya, PT INKA Multi Solusi mengirim gerbong kereta ke Selandia Baru.


Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil, Ini Kata Polda Jateng soal Pati Daerah Penadah Kendaraan Curian

2 hari lalu

Satreskrim Polresta Pati menggelar olah TKP di lokasi amuk massa yang menewaskan bos rental mobil di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. POLRESTA PATI
Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil, Ini Kata Polda Jateng soal Pati Daerah Penadah Kendaraan Curian

Viral bos rental mobil dikeroyok hingga tewas, Polda Jateng mengimbau masyarakat di wilayah Pati untuk melapor kendaraan yang hilang.


KPK Panggil dua Saksi Dugaan Korupsi di LPEI

2 hari lalu

Wakil Ketua KPK, Nurul Gufron memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2024. KPK mengungkapkan telah menaikan status penyelidikan ke tingkat penyidikan dugaan penyimpangan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas penyaluran kredit Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). TEMPO/Imam Sukamto
KPK Panggil dua Saksi Dugaan Korupsi di LPEI

Tim penyidik KPK memanggil dua saksi dalam dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).